PRINT EDITION | FORUM DISKUSI | AGENDA | PHOTOFOLIO | EURO 2008
BALAP
BASKET
BULUTANGKIS
OLE! INTERNASIONAL
OLE! NASIONAL
TENIS
TINJU
CABANG LAIN
Home  >  SUNITO



Ignatius Sunito
ITALIA, PERANCIS, PORTUGAL
Rabu, 5 Juli 2006 pukul 13:48:55 WIB
   Italia berhasil maju ke final PD 2006 dan akan bertemu pemenang pertandingan semifinal lainnya, Prancis lawan Portugal (7/7/06) di Muenchen. Italia menundukkan Jerman yang difavoritkan 2-0, dua menit menjelang akhir pertandingan perpanjangan waktu di stadion Dortmund, setelah imbang 0-0. Fabio Grosso dan Alessandro Del Piero, mengandaskan ambisi anak-anak Klinsmann di hadapan publiknya sendiri.

Final di stadion Berlin nanti (10/7), bagi Italia merupakan finalis ke-6 kalinya sejak PD 1934 dengan keluar sebagai juara dunia sebanyak tiga kali (1934-1938 dan 1982) Sementara PD 1970 di Meksiko, Italia ditundukkan Brasil 1-4, dan di PD 1994 AS, kembali Italia juga ditekuk Brasil 3-0 melalui adu penalti.

Sanggupkah pelatih Marcello Lippi mengikuti pendahulunya? Vittorio Pusso di tahun 1934 dan 1938, kemudian Enzo Bearzot di tahun 1982. Di mana situasi tim Piala Dunia Italia 1982, persis sama dengan 2006, terkena tekanan situasi persepakbolaan dalam negeri. Tahun 1982 suasana tidak kondusif karena skandal penyuapan pemain, termasuk bintangnya waktu itu, Paolo Rossi. Tahun 2006, kasus Calciopoli, pengaturan wasit pertandingan Liga Seri A yang kini tengah menjalani peradilan di Roma.

Kasus Calciopoli ini merupakan skandal terbesar dalam sejarah persepakbolaan Italia, yang menyangkut klub-klub besar Seri A seperti Juventus, AC Milan, Lazio, dan Fiorentina yang jadi tersangka. Bayangkan, tim nasional Italia sebagai finalis PD 2006 ini diperkuat oleh 13 orang pemain yang berasal dari klub-klub tersangka, dari 23 orang yang kini bersatu sebagai pesepakbola nomor satu Italia.

Bahkan pada pengadilan olahraga kasus tersebut hari Senin (2/7), jaksa penuntut umum mengajukan tuntutan degradasi bagi ke-4 klub tersebut. Klub Juventus, sang juara 2005/2006 bahkan bisa diturunkan dari Seri A ke Seri C. Keluarnya tuntutan ini hanya berapa jam sebelum pertandingan semi final PD 2006 antara Italia vs Jerman. Di samping 4 klub yang menjadi tersangka, maka ada 26 orang dari lingkungan “PSSInya Italia”, FIGC, yang terdiri dari pengurus klub, wasit, hakim garis. Wasit Italia, Massimo De Santis, yang terdaftar untuk mewasiti jalannya pertandingan PD 2006, terpaksa dicoret karena disebut sebagai tersangka.

Skandal memalukan ini terkuak setelah tersiarnya rekaman pembicaraan telpon antara Ketua FIGC, Paolo Bergamo, dengan Manajer Umum Juventus, Luciano Moggi, yang menyangkut pengaturan wasit pertandingan Seri A. Baik Bergamo maupun Moggi kini sudah mengundurkan diri dari jabatannya. Namun pengakuan Moggi sangat memberatkan, menurutnya, pengaturan wasit itu atas sepengetahuan manajemen Juventus.

Pengadilan kasus Calciopoli ini sudah dimulai sejak tanggal 29 Juni 2006 lalu, mengambil tempat di Stadion Olimpiade Roma, dipimpin oleh pensiunan hakim, Cesare Roperto. Publik Italia tidak menduga bahwa tuntutan jaksa akan sedemikian berat, terutama terhadap klub Juventus dengan degradasi ke Seri C. Padahal pemain-pemain terbaik klub itu merupakan motor hidup matinya Italia di PD 2006. Coba lihat siapa itu? Antara lain Gianluigi Buffon, yang bergelar penjaga gawang terbaik dunia, dan back terbaik dunia, Fabio Cannavaro.

Adakah suasana penuh tekanan ini serupa tapi tak sama malah akan membangkitkan tim Azzuri ini? Persis seperti ketika tekanan 1982, yaitu mendorong semangat juang dan Italia akhirnya sebagai juara dunia. Paolo Rossi yang semula menjadi “pesakitan”berubah menjadi maha bintang Italia, bersama Marco Tadelli dan Allesandro Altobelli. Menggasak Jerman 3-0 di Spanyol. Langkah gemilang 24 tahun lalu, diulangi lagi oleh anak-anak asuh Lippi di semi final PD 2006. Pemain Juventus, Allesandro Del Piero, bersama Fabio Grosso (Palermo) mengantar Italia ke final di Berlin nanti.

Lain halnya dengan Perancis. Tim nasionalnya mendapat tekanan yang luar biasa dari kelompok Ultra Nasionalis yang dipelopori oleh ketuanya sendiri, Jean-Marie Le Pen. Kebencian terhadap kaum kulit berwarna dan imigran adalah “tuhan”nya kelompok ini. Bagiamanapun perjuangan Zidane dkk, sekalipun mengantarkan Perancis menjadi juara dunia 1998 dan Juara Eropa 2000, tak meluluhkan hati Le Pen. Termasuk membawa Perancis menjadi semi finalis PD 2006.

Partai Front Nasional, partainya Le Pen yang mencalonkan tokoh rasis ini menjadi presiden Perancis, tak jemu-jemunya mengambil kesempatan memperjuangkan slogan politiknya. Termasuk di PD 2006, yang menuduh bahwa tim nasional Perancis tidak mewakili Perancis sesungguhnya, bahkan tidak becus menyanyikan lagu kebangsaan Perancis, Marseillaise. Kelompok ini kecewa karena ada 16 orang pemain kulit berwarna berada dalam tim nasional, dari 23 orang yang ada.

Siapa sih yang tak kenal Zidane? Kemudian Thierry Henry yang membuat malu Brasil di perempat final PD 2006, Lilian Thuram, Louis Saha, David Trazequet. Dan lengkapnya “Legiun Asing” itu, Alain Boumsong, Eric Abidal, Patrick Viera, William Gallas, Claude Makalele, Florent Molouda, Sydney Govon, Vikash Dorasko, Sylvain Wiltord, Alou Diara, dan Pascal Chumbouda.

Memang, tokoh-tokoh radikal tidak hanya di Perancis saja. Ada di mana-mana dan selalu mengecilkan hasil perjuangan mereka yang bukan dari kelompoknya. Termasuk di Tanah Air kita sendiri. Dunia yang indah ini dengan warna warninya yang berasal dari ciptaan Nya, Ia yang sama, mau dibuat seragam atas nama kehendak tuhannya. Dan dunia selalu dibikin ramai oleh mereka, baik oleh sikap dan perbuatannya. Sayangnya, jualan mereka terus “laku “dimata media-media.

Termasuk di PD 2006!

Siapa pun nanti yang keluar sebagai juara, sebuah cermin usaha manusia yang tak kenal lelah dan habis-habisan. Kemenangannya tidak saja dinikmati oleh 23 orang saja, tetapi sumber suka cita seluruh bangsa yang diwakilinya.

Ignatius Sunito
SPORTS NEWS

Piala Kremlin
DOMINASI RATU TUAN RUMAH

Seputar Serie A
SPALLETTI BUTUH MALAIKAT TOTTI

Pra-musim NBA
CLIPPERS PECUNDANGI LAKERS

Jelang Inggris vs Kazakhstan
INGGRIS TANPA SANG JENDERAL

Jelang Kualifikasi PD 2010
AMBISI MONTOLIVO

Seputar Serie A
EMERSON DUKUNG KEPUTUSAN DINHO

Pasca Beristirahat 3 Pekan
FEDERER KEMBALI DI MADRID

Tingginya Gaji Pemain
CARRAGHER & PLATINI DUKUNG SALARY CAP

Jelang Kualifikasi PD 2010
ADRIANO JURU GEDOR BRASIL

Seputar Serie A
ZLATAN PUJI MOURINHO

ARSIP

Ignatius Sunito
UNITED WE PLAY, UNITED WE WIN!

Ignatius Sunito
DI LUAR GELANGGANG PD 2006
DAN BUDAYA MALU

Ignatius Sunito
SEPAKBOLA PD 2006 PEMERSATU, PANCASILA?

Ignatius Sunito
SCHUMACHER DIANTARA PENEGAK ATURAN

Ignatius Sunito
SEANDAINYA ADA 10 AA GYM

Berita Lainnya ...

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC