PRINT EDITION | FORUM DISKUSI | AGENDA | PHOTOFOLIO | EURO 2008
BALAP
BASKET
BULUTANGKIS
OLE! INTERNASIONAL
OLE! NASIONAL
TENIS
TINJU
CABANG LAIN
Home  >  SUNITO



Ignatius Sunito
JUSTIN GATLIN, IKON MANUSIA TERCEPAT DI DUNIA
Selasa, 16 Mei 2006 pukul 14:37:49 WIB
   Justin Gatlin (24) atlet AS membuat rekor dunia baru lari 100 meter dengan catatan waktu 9,76 detik, dalam GP Atletik di Doha, Qatar (12/5/06). Sekaligus merebut bonus dari IAAF, Federasi Atletik Internasional, U$ 100.000 dan U$ 30.000 tambahan dari panitia pelaksana. Gatlin, pelari juara Olimpiade Athena 2004 dan Kejuaraan Dunia di Helsinski 2005, Finlandia.

Rekor sebelumnya 9,77 dibuat tanggal 14 Juni 2005 di Athena, Yunani, oleh atlet Jamaika, Asafa Powell. Kebetulan Powell tidak ikut lomba di Doha, karena sedang pemulihan cedera. Kedua atlet yang sama-sama mengaku menjadi pelari tercepat di dunia ini, akan bertemu di GP atletik di Gateshead, Inggris, tanggal 11 Juni 2006 nanti. Mengingat Asafa ketika mendengar pemecahan rekornya berkomentar,” rekor yang saya pinjamkan terlebih dahulu kepada Gatlin.”

Nomor lari 100 meter adalah primadona cabang atletik, di mana rekor-rekor baru yang dibuat selalu menarik perhatian dunia. Suatu usaha pencapaian prestasi manusia, sekaligus membuat suatu pertanyaan, sampai di mana sebenarnya kemampuan manusia untuk terus menggapai kecepatan menembus waktu. Sampai batas mana?

Kurun waktu sepanjang abad ke-20, nomor ini selalu di dominasi oleh atlet-atlet kulit hitam. Sejak Jesse Owens mempermalukan Hitler di depan publiknya sendiri di Olimpiade Berlin 1938. Waktu itu, Hitler, diktator Nazi Jerman sangat mengagungkan Ras Arya, sebagai ras unggulan di segala bidang. Owens membuat catatan waktu 10,3 detik untuk 100 meter. Catatan waktu yang amat mencengangkan saat itu.

Catatan waktu lari 100 meter menjadi ukuran atau barometer kekuatan manusia untuk menggapai kecepatan. Di mana sejak itu semua pelari berusaha untuk menembus “tembok” atau barrier 10 detik, dan baru berhasil dibuat oleh atlet Jerman, Armyn Harry, di Olimpiade Tokyo 1964. Butuh waktu 26 tahun. Seandainya Hitler masih hidup, ia akan tertawa menebus “kemaluannya”.

Sejarah lari 100 meter sejak Jesse Owens, hanya ada dua orang atlet kulit putih yang berhasil mengganjel dominasi atlet-atlet kulit hitam. Yaitu Armyn Harry, pelari Jerman pemegang medali emas Olimpiade Tokyo 1964. Kemudian Valery Borzov, atlet Uni Soviet di Olimpiade Munchen 1972. Catatan waktu Borzov tidak spektakuler 10, 2 detik.

Mengingat dunia sebelumnya sudah dikejutkan terlebih dahulu pada tahun 1968. Barrier 10 detik sudah tertembus oleh atlet kulit hitam AS, Jim Hines, dengan 9,9 detik di Olimpiade Meksiko 1968. Sayang, Jim Hines terkena skorsing seumur hidup oleh federasinya, akibat perlawanannya terhadap sistem perbedaan warna kulit di AS. Waktu itu, di panggung pemberian medali Olimpiade Meksiko 1968, Jim Hines mengenakan kaos kaki hitam di tangan kirinya dan diacungkan ke atas. Simbol perjuangan anti diskriminasi di AS, di hadapan publik dan penonton di seluruh dunia melalui siaran TV.

Di Olimpiade Meksiko 1968, juga terjadi pemecahan rekor dunia baru yang fantastis di nomor lompat jauh, dengan Bob Beamon yang berhasil melompat sejauh hampir sembilan meter. Para ilmuwan langsung disibukkan untuk menyelidiki fenomena-fenomena fantastis yang dihasilkan oleh atlet-atlet negro itu.

Hasil penyelidikan itu termuat dalam Olympic Review 1970. Di mana secara anatomis atlet-atlet kulit hitam mempunyai struktur phisiologis yang khas dari atlet-atlet kulit putih. Terutama pada tungkai-tungkai kakinya yang jauh lebih kuat untuk menjadi daya dorong sebuah kecepatan. Baik untuk lari maupun lompat. Maka jangan heran, jika rekor-rekor dunia baru fantastis akan terukir terus. Namun para ilmuwan itu juga mengambil kesimpulan, sampai batas mana kemampuan manusia?

Khususnya di nomor lari 100 meter, diharapkan bisa menembus sampai sembilan detik. Jika rekor dunia 9,76 oleh Justin Gatlin itu, berarti penajaman waktu masih bisa terjadi di kemudian hari. Manusia lari 100 meter di bawah sembilan detik, sepertinya suatu mukjizat?

Rekor Jim Haines bertahan sampai 15 tahun, dan baru dipecahkan oleh Calvin Smith tahun 1983 dengan catatan waktu dari 9,95 menjadi 9,93. Tempat terjadinya pemecahan rekor, situasi dan kondisinya persis sama seperti di Meksiko. Smith menciptakan rekor di stadion Akademi Angkatan Udara di Colorado Springs, AS. Yaitu di tempat ketinggian dengan udara tipis.

Pada periode selanjutnya, rekor-rekor baru 100 meter diperbaiki dalam tempo waktu yang tidak terlalu lama. Pelari-pelari kulit hitam AS terus mendominasi. Dari Carl Lewis, Leroy Burrell, Donovan Bailey (Kanada), Maurice Greene, sampai dengan Justin Gatlin bersama Asafa Powell dari Jamaika. Ada catatan, semasa Carl Lewis, pelari Kanada, Ben Johnson, sempat memegang emas Olimpiade Seoul 1988. Namun, medalinya dicabut karena terbukti doping.

Hubungannya dengan kita, seandainya melihat cabang olahraga bulutangkis, sepertinya olahraga itu menjadi “milik kita” kalau dilihat dari sejarah Thomas Cup. Namun akhir-akhir ini, kita harus jujur mengakui bahwa ras kuninglah yang dominan.

Lalu ras kita di mana dominannya? Serentak bunyi “koor” yang sama dan senada. Korupsi ! Duh, kesian, deh, yang memimpin negara ini. Presiden SBY!

Ignatius Sunito
SPORTS NEWS

Piala Kremlin
DOMINASI RATU TUAN RUMAH

Seputar Serie A
SPALLETTI BUTUH MALAIKAT TOTTI

Pra-musim NBA
CLIPPERS PECUNDANGI LAKERS

Jelang Inggris vs Kazakhstan
INGGRIS TANPA SANG JENDERAL

Jelang Kualifikasi PD 2010
AMBISI MONTOLIVO

Seputar Serie A
EMERSON DUKUNG KEPUTUSAN DINHO

Pasca Beristirahat 3 Pekan
FEDERER KEMBALI DI MADRID

Tingginya Gaji Pemain
CARRAGHER & PLATINI DUKUNG SALARY CAP

Jelang Kualifikasi PD 2010
ADRIANO JURU GEDOR BRASIL

Seputar Serie A
ZLATAN PUJI MOURINHO

ARSIP

Ignatius Sunito
UNITED WE PLAY, UNITED WE WIN!

Ignatius Sunito
DI LUAR GELANGGANG PD 2006
DAN BUDAYA MALU

Ignatius Sunito
SEPAKBOLA PD 2006 PEMERSATU, PANCASILA?

Ignatius Sunito
SCHUMACHER DIANTARA PENEGAK ATURAN

Ignatius Sunito
SEANDAINYA ADA 10 AA GYM

Berita Lainnya ...

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC