PRINT EDITION | FORUM DISKUSI | AGENDA | PHOTOFOLIO | EURO 2008
BALAP
BASKET
BULUTANGKIS
OLE! INTERNASIONAL
OLE! NASIONAL
TENIS
TINJU
CABANG LAIN
Home  >  SUNITO



Ignatius Sunito
KELUARGA MANDAGI, HORMAT DAN SALUT!
Selasa, 18 April 2006 pukul 13:50:54 WIB
   Dalam kancah anugerah Indonesian Sport Award 2005 muncul penghargaan Lifetime Achievement Award 2006, yang jatuh ke tangan Keluarga Mandagi. Suami isteri Theo Petrus Lasut Mandagi (88) dan Nelly Wenas (88) tampil ke atas mimbar, dengan diiringi applaus standing ovation, dari seluruh hadirin di Convention Hall Hotel Mulia Jakarta. (14/4/06).

Keluarga Mandagi mempunyai enam orang anak, 5 putra dan satu putri, empat putranya menjadi korban atas dedikasinya terhadap olahraga dirgantara, khususnya terjun payung. Tahun 1986, Robby, Alfred, dan Christian Mandagi, bersama dua rekannya seorang penerjun AS dan Baudunika, kapolres Jakarta Barat, dan pilot pesawat Cessna, tewas bersama. Dalam suatu kecelakaan pesawat udara di Rumpin, Serpong, Banten.

Kemudian tahun 2004, Theo Mandagi, juga tewas akibat payungnya tidak membuka di atas lapangan terbang Ngurah Rai, Bali. Peristiwa itu terjadi dalam uji coba memecahkan rekor Formasi 100 Citra Bangsa, bersama penerjun dari manca negara lainnya, sekaligus untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 59 tanggal 17 Agustus 2004. Setelah peristiwa tersebut, dalam rubrik yang sama, saya juga telah membuat tulisan khusus mengenai Mandagi bersaudara. Sebagai kenangan dan penghormatan.

Patut diketahui Indonesian Sport Award, yang diprakarsai KONI Pusat memilih Taufik Hidayat dan Wynne Prakusya sebagai atlet terbaik 2005. Pasangan bulurangkis Nova Widianto/Lilyana Natsir (pasangan/beregu), Chris John sebagai atlet favorit, Richard Mainaky (pelatih), Luhut Binsar Panjaitan, ketua umum PB FORKI (pembina), dan pecatur putri Irene Kharisma Sukandar (atlet harapan), sebagai insan-insan olahraga terbaik lainnya tahun 2005. Selamat!

Kembali kepada Mandagi bersaudara. Olahraga terjun payung Indonesia khususnya untuk kalangan non militer harus berterimakasih kepada mereka, terutama Robby Mandagi, Theo dan Alfred. Kenangan lama menggores kembali ketika saya memasuki dunia terjun menerjun itu di tahun 1970an, sebagai salah satu wartawan olahraga yang menekuni olahraga tersebut. Waktu itu tidak banyak wartawan yang gaul di bidang itu. Nama saya di kalangan penerjun-penerjun muda itu disapa dengan akrab dengan mas Iggy, dari Ignatius.

Almarhum Robby sewaktu masih kuliah di ITB dikenal oleh tokoh terjun payung polisi, Pieter Sambo, pernah menjadi Kadapol Sumut. Kebetulan waktu itu, Robby berpacaran dengan putri Kapolri, almarhum Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso, Rini Hoegeng. Melalui Pieter, Robby boleh menggunakan fasilitas Polri dalam dunia terjun menerjun. Keleluasaannya ini dipergunakan Robby dengan mengajak rekannya yang lain, termasuk saudara-saudaranya sendiri yang ikut “keracunan” terjun.

Seiring dengan kiprah Robby cs di Jakarta, di Bandung juga terdapat sekelompok penerjun-penerjun muda yang semuanya juga dari ITB. Membentuk klub Aves, dengan difasilitasi oleh penerjun baret merah, RPKAD, di Sekolah Komando di Batujajar, Bandung. Dalam perkembangannya terjadi persaingan prestasi dengan penerjun-penerjun Jakarta dalam klub Indonesia Parachuting Club.

Dalam kancah kejuaraan nasional dan internasional, saya bersama almarhum Trisno Yuwono, adalah wartawan yang paling intens berada di lingkungan mereka. Kebetulan Pak Tris, juga seorang penerjun dengan nomor anggota Aves 1. Salah satu putra Pak Tris, juga tewas akibat payungnya tidak membuka, juga di Bali. Karena seringnya kami bergaul, sehingga saya tahu betul “isi benak dan perut” mereka.

Meski pelopor olahraga ini dari kalangan militer, namun dalam perkembangan olahraga terjun bebas, Robby cs bersama penerjun-penerjun Aves lah yang mempunyai andil besar. Baik dalam pemassalan maupun seluk beluk teknis lainnya. Bahkan mereka banyak menjadi pelatih-pelatih utama matra-matra militer yang dipunyai Indonesia saat ini. Dari merekalah, meski saya tidak ikut terjun (saya penderita vertigo), banyak pengetahuan teknis terjun saya serap. Terutama evolusi, jenis dan ciri-ciri perkembangan parasut bersama istilah-istilag atau kamus olahraga itu. Mengapa payung dinamakan PC, para comando, pathfinder, strato cloud, strato blaster dll.

Pihak Aves ada Ir. Akhmad Bukhari Saleh, panggilan akrabnya Johny Saleh, yang mengembangkan keahlihannya ke arah pembinaan organisasi, terutama kerjasama internasional. Dari dialah, saya juga memperoleh wing terjun kehormatan dari Philipine Parachuting Club, ketika meliput kejuaraan terjun payung ASEAN di Manila 1979. Kehormatan sebagai wartawan yang dianggap mempunyai dedikasi terhadap olahraga terjun payung.

Maka ketika sobat-sobat atlet itu satu per satu meninggalkan saya. Terakhir adalah penerjun Eddi Kristiono, yang pesawatnya jatuh tenggelam di Danau Lido, Bogor, Jabar, tahun 2004 lalu. Disusul Theo Mandagi di Bali, bukan saudara bukan famili, namun airmata ikut melelehi pipi. Mereka meninggal dalam garis yang sama, yaitu kepuasan menekuni hobinya. Mandagi bersaudara kini bisa berkumpul dalam satu kompleks makam keluarga di desa Kalasey, Sulut, sejak 2004 lalu.

Dan ketika melihat siaran langsung TV7 dari arena Indonesian Sport Award 2006, ketika Pak dan Bu Mandagi dituntun oleh putri dan cucunya ke mimbar untuk menerima penghargaan. Saya juga ikut berdiri sambil tepuk tangan, rasa haru biru, bayangan wajah Mandagi bersaudara, terutama dengan Robby, yang terkenal “kenakalan dan keisengannya” yang bisa membuat suasana ceria dan riang, membayang dan membekas secara jelas.

Hormat dan salut!

Ignatius Sunito
SPORTS NEWS

Rencana Kontrak Baru Xavi Hernandez
BARCA FOR LIFE

Jelang Piala Super Eropa
TITIK BALIK KEBANGKITAN SETAN MERAH

Cedera Pemain
GERRARD ABSEN 15 HARI

Turnamen AS Terbuka
DJOKOVIC DAN RODDICK MELAJU

Seputar La Liga
AKHIRI SPEKULASI, VILLA PERPANJANG KONTRAK

Leg 2 Kualifikasi III Liga Champion
KUYT SELAMATKAN LIVERPOOL

Piala Kemerdekaan 2008
INDONESIA B TAKLUK DITANGAN LIBYA

Bursa Transfer
MILAN INCAR SANDEROS, JUVE BIDIK BALLACK

Sepakbola Olimpiade 2008
PERUNGGU MILIK BRASIL

Bursa Transfer
ROBINHO: "SAYA INGIN KE CHELSEA!"

ARSIP

Ignatius Sunito
UNITED WE PLAY, UNITED WE WIN!

Ignatius Sunito
DI LUAR GELANGGANG PD 2006
DAN BUDAYA MALU

Ignatius Sunito
SEPAKBOLA PD 2006 PEMERSATU, PANCASILA?

Ignatius Sunito
SCHUMACHER DIANTARA PENEGAK ATURAN

Ignatius Sunito
SEANDAINYA ADA 10 AA GYM

Berita Lainnya ...

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC