Ignatius Sunito BULUTANGKIS, BELUM TUTUP BUKU? Indonesia tak kebagian satu nomor pun untuk gelar juara, di Kejuaraan Dunia Bulutangkis XV yang berakhir di Madrid Spanyol (24/9/06). Dari target mempertahankan gelar juara tunggal, Taufik Hidayat, dan ganda campuran, Nova Widianto/Lilyana Natsir. Di mana gelar Taufik itu lari kembali ke Cina, Lin Dan, serta munculnya juara dunia baru dari Inggeris, menggantikan ganda campuran Indonesia itu. |
Ignatius Sunito MENANTI BUAH PSSI Awal pekan ini penghujung bulan Agustus 2006 mestinya menjadi penentuan penantian bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat olahraga, lebih khusus lagi para gibol, penggila bola. Apa itu? Menanti gelar juara sepakbola dari PSSI, yang sudah hampir dua dasa warsa, menjelang akhir abad ke-20 dan penghujung abad ke-21 sepi prestasi |
Ignatius Sunito ANTARA PAHLAWAN DAN PECUNDANG Piala Dunia sepakbola 2006 baru saja berakhir (10/706) dengan Italia keluar sebagai juara, setelah di final menundukkan Perancis lewat adu penalti 5-3 (1-1) di Berlin. Pesta olahraga selama sebulan penuh sejak 9 Juni 2006 lalu usai sudah, meski masih meninggalkan sejumlah teka-teki. Sehubungan dengan beberapa kasus yang kini masih menjadi pembicaraan ramai di seluruh dunia. |
Ignatius Sunito ITALIA, PERANCIS, PORTUGAL Italia berhasil maju ke final PD 2006 dan akan bertemu pemenang pertandingan semifinal lainnya, Prancis lawan Portugal (7/7/06) di Muenchen. Italia menundukkan Jerman yang difavoritkan 2-0, dua menit menjelang akhir pertandingan perpanjangan waktu di stadion Dortmund, setelah imbang 0-0. Fabio Grosso dan Alessandro Del Piero, mengandaskan ambisi anak-anak Klinsmann di hadapan publiknya sendiri. |
Ignatius Sunito USAI PD 2006,MENCARI LAGI INSPIRASI BARU Hampir tiga minggu pertandingan sepakbola PD 2006 berlangsung sejak tanggal 9 Juni lalu, bukan saja di Jerman sebagai pusat “gempa” tetapi tidak saja getaran dan gelombangnya, bahkan guncangannya terus menerus terasa ke seluruh pelosok dunia. Terutama Indonesia, meski harapan tim nasional PSSI menuju ke sana makin jauh, angan-angan, toh tak ada salahnya menjadikan PD sebagai sumber inspirasi. |
|