
Katie Taylor (Scott Heavey/Getty Images)
Irlandia akhirnya memperoleh medali emas pertama di Olimpiade London 2012. Raihan tertinggi itu disumbangkan petinju wanita sensaional, Katie Taylor, yang mengalahkan wakil Rusia, Sofya Ochigava, di kelas ringan, pada Kamis (9/8).
Taylor yang telah meraih empat medali emas Kejuaraan Dunia menang 10-8 atas Ochigava. Kecepatan kaki dan pukulan keras petinju berusia 26 tahun itu terlihat tidak mampu dibendung oleh Ochigava.
"Saya selalu bermimpi bisa meraih medali emas Olimpiade. Perasaan setelah merebut medali emas Olimpiade sungguh luar biasa, lebih baik dari Kejuaraan Dunia dan Eropa," kata Taylor kepada BBC.
Ochigava sebenarnya bukan lawan yang asing bagi Taylor. Petinju berusia 26 tahun itu juga pernah mengalahkan Ochigava di final Kejuaraan Dunia 2012 di Cina. Namun, kemenangan Taylor kali ini tidak diraih dengan mudah.
Taylor yang terlihat agak kurang tenang sempat tertinggal dari Ochigava di ronde-ronde awal. Beruntung, setelah berhasil mengendalikan diri, Taylor terus mendulang poin dan tidak terkejar hingga ronde terakhir.
Ketika panitia London 2012 mengumumkan kemenangan Taylor, seluruh fan yang memadati ExCel Arena langsung bergemuruh. Bahkan suara tersebut diperkirakan sekitar 113,7 desibel, yang artinya mengalahkan suara pesawat jumbo ketika akan melakukan take-off! Jelas terlihat bahwa Taylor adalah atlet terbaik yang pernah dimiliki Irlandia.
Setelah meraih medali emas Olimpiade, Taylor mulai memikirkan masa depan. Ia mengaku akan mempertimbangkan untuk meninggalkan tinju amatir dan berkarier di dunia tinju profesional.
"Saya tidak akan berhenti bertinju. Namun, saya tidak tahu apakah akan menjadi profesional atau tetap di tinju amatir. Saya akan memikirkan hal tersebut dan membuat keputusan dalam beberapa hari ke depan," pungkas Taylor.