
Pendukung Usain Bolt (Getty Images)
Keberhasilan Usain Bolt merebut medali emas lari 200 meter putra disambut gembira olah jutaan warga Jamaika. Seantero Jamaika mengadakan pesta atas keberhasilan sprinter berusia 25 tahun itu mempertahankan medali emas di Olimpiade.
Jutaan warga berpesta dengan meniup terompet vuvuzela sekeras-kerasnya sambil mengibarkan bendera negara.
Setelah Bolt masuk finiS terdepan dalam final 200 meter yang diadakan Kamis (9/8), jalanan di pusat kota Kingston, macet total. Mobil-mobil membunyikan klaksonnya. Layar televisi lebar dipasang di Halfway persimpangan yang paling sibuk di Kingston untuk siaran langsung final 200 meter putra.
Begitu pertandingan berakhir, sorak sorai maupun suara vuvuzela menggemuruh dan banyak warga Jamaika yang meniru gaya memanah yang sudah menjadi ciri khas Usain Bolt setelah masuk finis.
Bolt menjadi pelari pertama yang berhasil meraih medali emas 100 dan 200 meter di dua Olimpiade terakhir. Pada Olimpiade Beijing 2008, ia juga meraih dua emas dari dua nomor tersebut.
Kegembiraan warga Jamaika semakin lengkap setelah dua pelari Jamaika lainnya finis di belakang Bolt. Yohan Blake dan Warren Weir merebut medali perak dan perunggu.