|
|
 |
Home
>
OLE INTERNASIONAL
Tingginya Gaji Pemain CARRAGHER & PLATINI DUKUNG SALARY CAP Kamis, 9 Oktober 2008 pukul 17:23:0 WIB
 Jamie Carragher, prihatin dengan tingginya gaji pe Foto: Getty Images | London, BOLASportsLine/soc Pembatasan terhadap gaji pemain sepakbola semakin panas diperbincangkan. Berbagai kalangan baik pemain maupun aktifis lapangan hijau menyerukan agar diadakannya salary cap atau pembatasan terhadap besarnya gaji pesepakbola.
Jika sebuah klub mempu mengedepankan pembatasan gaji terhadap pemain bintang. Maka hal itu akan menghindarkan klub untuk terhindar dari krisis finansial. Pembatasan gaji pemain khususnya di Liga Inggris pernah terjadi pada tahun 1960-an. Namun, seiring dengan perkembangan sepakbola modern maka salary cap akhirnya hilangkan demi kepentingan pemain semata.
Kini, semakin banyak pemain yang meminta gaji yang selangit akan menimbulkan klub tertekan. Akibatnya klub akhirnya sering berhutang agar tidak menunggak pembayaran gaji pemain.
"Aturan pembatasan gaji harus kembali diperlakukan. Tindakan ini bertujuan untuk menghindari kehancuran pada sebuah klub," tandas Jamie Carragher pada soccernet, Kamis (9/10).
Dukungan terhadap perlakuan salary cap juga datang dari Presiden Uefa, Michel Platini. "Jika kita berbicara tentang kontrak seorang pemain maka akan berkaitan dengan batasan gajinya. Saya memang bukan ahli keuangan. Tapi jika adanya salary cap maka sebuah klub akan terhindar dari pengeluaran yang terlampau besar," tandas Platini.
Kompetisi Liga Inggris dianggap liga yang paling royal dalam menggaji pemainnya. Hal itu menyebabkan sejumlah klub Premiership seringkali terlilit hutang.
Masala gaji pemain juga telah menjadi perhatian sepakbola dunia. Presiden FIFA, Sepp Blatter bahkan sempat menyeruhkan agar perlunya dibuat sebuah undang-undang yang mengatur gaji pemain. Eky Rieuwpassa |
|
 |

|