PRINT EDITION | FORUM DISKUSI | AGENDA | PHOTOFOLIO | EURO 2008
BALAP
BASKET
BULUTANGKIS
OLE! INTERNASIONAL
OLE! NASIONAL
TENIS
TINJU
CABANG LAIN
Home  >  LILIANTO APRIADI



Lilianto Apriadi
DREAMS COME TRUE
Selasa, 1 Juli 2008 pukul 20:16:2 WIB
   Euforia kesuksesan Spanyol mengembalikan masa 44 tahun lalu dengan merebut juara Piala Eropa, terus saja terasa. Di Wimbledon, turnamen tenis grand slam paling keren, petenis Spanyol, Rafael Nadal disebut-sebut juga akan membuat rekor.

Sehari setelah Euro 2008 kick off pada 7 Juni, Nadal membukukan rekor sebagai juara Prancis Terbuka empat kali berturut-turut. Ia menyamai rekor Bjorn Borg, petenis asal Swedia.

Usai meraih gelar itu, ia pun mengutarakan ramalannya kalau negerinya akan mendulang sukses di Euro 2008. Prediksinya ternyata jitu, Negeri Matador itu merebut gelar tertinggi setelah 44 tahun tak lagi terhebat di Eropa.

Lalu apa lagi yang menjadi heroik bagi Espana di saat euforia juara Eropa belum hilang? Tak lain, keinginan untuk melihat Nadal pertama kali juara di lapangan rumput Wimbledon.

Kalau keinginan ini kesampaian, rekor penantian 42 tahun itu akan terwujud. Satu-satunya petenis Spanyol yang menjadi juara Wimbledon diukir oleh M.M Santana pada tahun 1966.

Lepas dari itu tak ada lagi petenis Matador meraih prestasi tinggi. Prestasi tertinggi Nadal di sini adalah dua kali menjadi runner-up, yakni pada 2006 dan 2007, kalah dari Roger Federer, petenis Swiss yang sudah lima kali juara berturut-turut. Untuk tunggal putri, Spanyol juga baru menempatkan satu juara, yaitu Concita Martinez pada 1996.

Pastilah perasaan seluruh rakyat Spanyol akan merasakan hal yang sama jika saja Nadal sukses mewujudkan impiannya. Terlebih lagi memang bagi petenis kidal tersebut.

Tanda-tanda ke arah itu sangat dekat. Sampai babak perempatfinal, Nadal masih jaya. Dua kali menjadi runner-up adalah pelajaran paling berharga. Malah untuk tahun ini kepercayaan diri Nadal di lapangan rumput begitu tinggi. Sebelum ke Wimbledon, ia menjadi juara di Queens Club. Nadal juga menjadi petenis asal Spanyol pertama yang menjadi juara di lapangan rumput tersebut sejak Andreas Gimeno melakukannya pada 1972.

***


Euforia Spanyol sekarang ini agak mirip dengan kejadian di tahun 2006. Setelah sukses merebut juara Liga Champion lewat Barcelona, kemudian sebelumnya pembalap F-1 Fernando Alonso menjadi juara dunia, orang pun menggiring opini kalau Piala Dunia 2006 milik Spanyol. Tapi, apa yang terjadi? Spanyol gagal, triple gelar heroik pun lenyap.

Sekarang memang masih menunggu double gelar. Menariknya karena bakal terjadi seminggu setelah gelar di Wina, Austria, itu. Keduanya terjadi di Eropa dan memakai penantian yang cukup lama.

Melihat sepak terjang Nadal memang sebagaimana Matador-Matador lainnya, ngotot memburu kemenangan. Apalagi ia baru berusia 22 tahun dan memiliki tampang khas Latino, kawasan yang banyak dijajah oleh Spanyol. Sekalipun kelakuannya ”menjijikkan” dengan membetulkan dulu celana dalamnya dari bagian pantatnya ketika mau atau menerima servis, penggemar tenis sudah mulai biasa mengagumi permainannya.

Kekuatannya terletak pada power-nya yang memukul bola di tempat-tempat tidak terduga. Pukulan lurus nan tajam menjadi andalan jika sedang diserang lawan. Bagi Federer, tidak ada cerita mampu menandinginya di lapangan tanah liat Prancis Terbuka.

Jika saja sukses di Wimbledon, berarti ia menjadi petenis pertama yang berhasil mengawinkan Prancis Terbuka dengan Wimbledon setelah Borg pada 1980. Rekor Borg di Prancis Terbuka sudah disamainya, bukan tak mungkin rekor Borg kali ini juga dipecahkan.

Apalagi melihat musuh besarnya Federer dalam semester 2008 ini masih labil prestasinya. Selain gagal lagi di Prancis Terbuka, gelar di Australia Terbuka juga lepas dari petenis Serbia, Novak Djokovic.

Tapi memang dibanding tanah keras dan liat, Federer lebih jago di rumput. Hingga babak perempatfinal, Federer belum kehilangan satu set pun sedangkan Nadal sudah. Diperkirakan partai final akan mempertemukan peringkat satu dan dua dunia ini.

***


Nadal dan kesebelasan Spanyol memang berbeda dengan Federer dan tim sepakbola Swiss. Emosi Nadal seperti kebanyakan masyarakat negerinya, punya kedekatan emosi dengan sepakbola, apalagi tentu dengan tim nasionalnya. Hampir setiap warga Spanyol memikil klub pujaan.

Sebaliknya dengan Federer. Sampai kini belum diketahui apakah ia punya ikatan emosi dengan sepakbola Swiss di Euro kemarin atau tidak? Kebanyakan penduduk Swiss memang kurang menyukai sepakbola.

Sehingga memang, kalau saja pada pekan depan Federer menjadi juara rasanya kurang greget, meski itu adalah gelar keenam secara beruntun. Meski itu sudah merupakan rekor walau belum memecahkan rekor Pete Sampras yang sudah tujuh kali juara tapi tidak beruntun.

Nadal dan Federer memang akan membuat sejarah. Tinggal memang apakah final impian yang kesekian ini akan terjadi atau tidak. Bisa saja dari mereka tersandung oleh petenis-petenis di bawahnya sebelum mencapai final. Maklum Wimbledon banyak melahirkan kejutan.

Djokovic sudah tersingkir oleh Marat Safin. Di bagian putri lebih parah lagi. Unggulan pertama Ana Ivanovic tumbang dari petenis Cina, Jie Zheng. Lalu Maria Sharapova terusir oleh rekan senegaranya yang tidak diunggulkan, Alla Kudravtseva.

Apa yang terjadi kemudian? Apakah Nadal akan melanjutkan kesuksesan Iker Casillas dkk. dengan mematahkan dominasi Federer?

Dreams come true.

Email: lili@bolanews.com atau ramtodi@yahoo.com
Blog: http://liliantoapriadi.blogspot.com

Lilianto Apriadi
SPORTS NEWS

Piala Kremlin
DOMINASI RATU TUAN RUMAH

Seputar Serie A
SPALLETTI BUTUH MALAIKAT TOTTI

Pra-musim NBA
CLIPPERS PECUNDANGI LAKERS

Jelang Inggris vs Kazakhstan
INGGRIS TANPA SANG JENDERAL

Jelang Kualifikasi PD 2010
AMBISI MONTOLIVO

Seputar Serie A
EMERSON DUKUNG KEPUTUSAN DINHO

Pasca Beristirahat 3 Pekan
FEDERER KEMBALI DI MADRID

Tingginya Gaji Pemain
CARRAGHER & PLATINI DUKUNG SALARY CAP

Jelang Kualifikasi PD 2010
ADRIANO JURU GEDOR BRASIL

Seputar Serie A
ZLATAN PUJI MOURINHO

ARSIP

Lilianto Apriadi
PRAHARA DKI

Lilianto Apriadi
BIBIT UNGGUL BANG IS

Lilianto Apriadi
INI PON, BUKAN KLIWON

Lilianto Apriadi
DREAMS COME TRUE

Lilianto Apriadi
PAMOR PELATIH TUA

Berita Lainnya ...

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC