PRINT EDITION | FORUM | AGENDA | PHOTOFOLIO
BALAP
BASKET
BULUTANGKIS
OLE! INTERNASIONAL
OLE! NASIONAL
TENIS
TINJU
CABANG LAIN
Home  >  LILIANTO APRIADI



Lilianto Apriadi
PIALA THOMAS DAN HARKITNAS
Jumat, 9 Mei 2008 pukul 16:36:26 WIB
   Tanggal 18 Mei adalah puncak perhelatan Piala Thomas dan Uber. Mampukan tim Indonesia berada di sana sekaligus meraih gelar juara? Momen yang sangat ditunggu, apalagi dua hari berikutnya adalah Hari Kebangkitan Nasional yang genap berusia 100 tahun.

Perebutan Piala Thomas dan Uber beriringan dengan peringatan seabad Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Seratus tahun lalu, tepatnya 20 Mei 1908 pejuang-pejuang kita dengan motor pergerakan Budi Utomo mempelopori kebangkitan nasional. Organisasi menjadi arena terbuka bagi semua suku dan golongan untuk berjuang membela kepentingan nasional.

Luar biasa memang. Hal itu terjadi jauh sebelum kemerdekaan bangsa kita, 17 Agustus 1945. Artinya, di era seperti itu tokoh-tokoh yang rata-rata berusia muda sudah mempraktekkan kecintaan pada rasa nasionalis bangsa. Logikanya, apalagi di era sekarang ya. Pasti lebih baik, minimal lebih memiliki kualitas tinggi dalam bersikap kebangsaan.

Perjalanan rasa nasionalisme penuh krikil bahkan dilumuri oleh darah dan nyawa. Pemberontakan demi pemberontakan yang bertujuan memecah belah bangsa terus mewarnai perjalanan seabad Harkitnas. Terakhir adalah wujud membanggakan dalam memecahkan persoalan keretakan bangsa, yaitu bersatunya pemerintahan Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sehingga Aceh sekarang ini dalam keadaan nyaman dengan Gubernur yang berasal dari juru bicara GAM.

Walau masih ada kerikil-kerikil seperti gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) dan Papua Merdeka, namun secara keseluruhan bangsa kita saat ini sangat solid. Era reformasi memberikan otomomisasi daerah dengan tanpa menggeser nilai-nilai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

***


Kondisi solid inilah yang juga dirasakan oleh tim Piala Thomas dan Uber Indonesia. Manajer tim, Lutfi Hamid bahkan menyebut kalau keadaan tim sekarang ini lebih baik dari sebelumnya.

Tapi, apakah dengan sistuasi ini berarti langkah tim akan mudah merebut kembali Piala Thomas dan Uber? Belum menjadi jaminan. Apalagi, kali ini seperti dalam dua kejuaraan terakhir, tim kita tidak diunggulkan. Yang dimaksud di sini adalah tim Piala Thomas Indonesia. Kalau tim Uber, kekuatan Cina dalam 10 tahun sangat superior.

Terakhir Indonesia juara terjadi pada 2002 saat Piala Thomas berlangsung di Guangzhou, Cina. Sangat mengherankan memang. Di kandang sendiri Cina gagal memboyong gelar juara.

Cina membalas dua tahun kemudian di Jakarta. Giliran Indonesia di kandang sendiri kandas. Final mempertemukan Cina lawan Denmark. Final ini terulang lagi di Tokyo pada 2006.

Dalam peta bulutangkis dunia, Cina bukan hanya raja Piala Thomas dan Uber. Dalam berbagai kejuaraan, pemain-pemain mereka hampir menguasai seluruh arena. Tak heran memang kalau pada hajatan sekarang mereka diunggulkan untuk mempertahankan mahkota.

Di bawah Cina, kekuatan merata dipegang oleh Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, dan Denmark. Ini di atas kertas, namun di lapangan apapun bisa terjadi. Apalagi dalam permainan beregu faktor di luar teknis bisa sangat menentukan hasil.

Inilah yang hendak diburu oleh tim Indonesia. Di atas kertas kita kalah dari Cina, tapi bukan berarti kalah sebelum bertanding.

***


Lilik Sudarwati, mantan pemain nasional yang kini menjadi psikolog sudah memberikan tip lewat bukunya: ”Mental Juara”. Ya, mental juara, tak gentar kepada siapa pun, merasa diri menjadi juara di lapangan, adalah tip paling berharga. Apalagi ia bersama pemain dan sejumlah pengamat telah menyebarkan ilmu-ilmu itu lewat acara peluncuran maupun pertemuan-pertemuan yang disponsori oleh Djarum Bakti Olahraga.

Mental juara akan tertempa lagi oleh lingkungan sekelilingnya. Di antaranya adalah lapangan yang sudah akrab, penonton yang mendukungnya, dan tentu faktor kebangkitan nasional ini. Faktor-faktor itu akan menggumpal menjadi kekuatan yang sulit dibendung, sekalipun oleh Tembok Cina.

Kita pun pernah punya cerita-cerita heroik di lapangan bulutangkis, khususnya Piala Thomas. Gelar pertama pada tahun 1958 di Singapura direbut dengan semangat luar biasa. Kejadian 50 tahun lalu itu barangkali menjadi pemicu semangat pantang menyerah tim Thomas dan Uber sekarang ini.

Kejadian 10 tahun lalu juga bisa sebagai contoh kebulatan perjuangan. Pada saat kejuaran berlangsung di Hongkong, di dalam negeri telah terjadi pergantian kepemimpinan yang sebelumnya dikawatirkan bakal terjadi bencana besar, yaitu dari Soeharto ke B.J. Habibie.

Pergantian Presiden dengan dimulainya era reformasi berlangsung mulus, kekentalan kebangsaan juga terjadi di Hongkong dengan merebut Piala Thomas. Indonesia melibas Malaysia dengan angka tipis 3-2.

Seabad Harkitnas bisa saja melahirkan semangat kepahlawan para pemain di lapangan. Mantan pemain Icuk Sugiarto yang anaknya juga menjadi anggota tim Piala Thomas (Tommy Sugiarto) sempat berujar ketika hadir dalam acara Dorce Show pekan lalu.

”Jangankan luka di telapak kaki, nyawa pun akan saya berikan untuk negara di lapangan bulutangkis,” kata Icuk menceritakan keheroikannya saat merebut gelar juara dunia di Kopenhagen 1983.

Piala Thomas dan Uber yang akan berlangsung pada 11-18 Mei di Istora Senayan Jakarta memang menjadi pertaruhan menyambut Harkitnas. Apakah mampu menjadi kado istimewa atau sebaliknya?

Kata Ulfa Dwiyanti di televisi:
”Beli baju, badan kurus. Indonesia, maju terus!”

Bravo, my country !

Email: lili@bolanews.com atau ramtodi@yahoo.com
Blog: http://liliantoapriadi.blogspot.com

Lilianto Apriadi
SPORTS NEWS

Liga Media 2008
TV ONE TUNDUKAN KOMPAS

Liga Medco U-15
SUMBAR TERTAHAN

Semifinal Play-Off NBA
CELTICS DAN LAKERS BUKA PELUANG

Final Piala UEFA
ZENIT TUNTASKAN RANGERS

LIGA MEDCO U-15
JABAR LOLOS PERTAMA

PSMS
AYAM KINANTAN MASIH BERKOKOK

Liga Medco U-15
JATENG MEMBURU KALBAR

Piala Medco U-15
JATENG OPTIMISTIS

PSMS
MULAI MENATA DIRI

Persib
JAIRON MERAGUKAN

ARSIP

Lilianto Apriadi
BOM NURDIN HALID

Lilianto Apriadi
SOEHARTOISME

Lilianto Apriadi
BISUL OLAHRAGA HAMPIR PECAH

Lilianto Apriadi
SELAMAT TAPI WASPADA

Lilianto Apriadi
5 T

Berita Lainnya ...

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC