PRINT EDITION | FORUM | AGENDA | PHOTOFOLIO
BALAP
BASKET
BULUTANGKIS
OLE! INTERNASIONAL
OLE! NASIONAL
TENIS
TINJU
CABANG LAIN
Home  >  LILIANTO APRIADI



Lilianto Apriadi
5 T
Selasa, 11 Desember 2007 pukul 11:17:49 WIB
   Aha, mau bikin judul kepanjangan, jadi disingkat 5 T. Judul lengkapnya adalah: ”Tanda-Tanda Target Tidak Tercapai”. Kaitannya tentu soal SEA Games XXIV yang masih berlangsung di Nakhon Ratchasima, Thailand. Sampai Senin (10/12) kontingen Indonesia masih menduduki peringkat keenam atau dua tingkat di bawah target.

Bukan ingin berkomentar: biarin aja target keempat tidak tercapai. Tapi, justru ingin memberikan fakta kalau semakin dekat SEA Games bakal berakhir, perolehan medali emas Indonesia belum lancar juga. Kita juga ingin mendoakan agar target minimalis itu terwujud.

Seandainya terpenuhi, kita patut bersyukur dan melakukan evaluasi agar pada pesta mendatang lebih maju lagi. Kalau gagal, kita juga patut mengevaluasi dan langsung mereformasi cara-cara kuno pembinaan ke arah yang lebih modern. Dalam manajemen modern: ada reward ada pula punishman.

Kalau memang bakal terwujud target itu, adakah tanda-tandanya? Begitu pula jika gagal, adakah tanda-tandanya?

Dari perkembangan sampai hari kelima secara resmi SEA Games dibuka, tanda-tanda yang terlihat justru target tidak tercapai. Sampai saat itu, kontingen kita baru meraup 19 emas, 26 perak, dan 34 perunggu. Masih jauh dari target Satgas SEA Games yang 77 emas, Menegpora 57 emas, dan BOLA 49 emas.

Perburuan masih enam hari lagi. Masih banyak cabang yang belum dimainkan. Dan memang masih terlalu pagi kalau dianggap kontingen gagal. Tapi juga tak salah kalau mengemukakan tanda-tanda kegagalan mulai terlihat.

Soalnya ada cabang-cabang yang diprediksi memperoleh emas ternyata tidak berhasil, yaitu menembak dan tenis meja. Dua cabang ini oleh Satgas dibebani target satu emas, ternyata tak berhasil. Hanya medali perak yang direngkuh. Sementara senam, atletik, dan balap sepeda, walau sudah memperoleh emas, masih kemungkinan bertambah karena perlombaan masih terus berjalan. Begitu pula dengan bulutangkis yang sudah mengantongi dua emas.

Juga ada yang ditargetkan mendulang justru meleset, misalnya pencak silat, yang masih keteter di hari keenam ini. Kita sebagai negara asal pencak silat seolah menjadi penonton di arena ini.

Cabang paling sukses sementara ini adalah angkat besi. Perolehannya sudah mencapai target empat emas. Bahkan masih bisa bertambah.

***


Tanda-tanda kegagalan sebenarnya sudah mulai terlihat ketika cabang menembak pulang tanpa emas padahal SEA Games belum dibuka secara resmi. Setelah itu disusul oleh tumbangnya tim sepakbola kita hingga gagal ke semifinal.

Berita tak sedap menyusul dari tenis meja. Keperkasaan Singapura lewat atlet naturalisasi dengan motor baru Gao Ning tak terbendung meraih seluruh tujuh emas di cabang ini. Pada SEA Games lalu, emas Singapura dicuri satu oleh Indonesia lewat nomor tunggal putra. Tapi, saat itu Gao Ning belum resmi naturalisasi.

Kegagaglan tenis meja melengkapi keburukan program PB PTMSI di dalam negeri. Miskinnya turnamen sehingga menutup atlet-atlet berbakat tampil. Belum lagi sarana dan prasarana dari PB yang juga belum terwujud. PB PTMSI harus segera mengkoreksi diri, jika perlu seluruh pengurus mengundurkan diri dan memberi jalan kepada orang lain yang lebih mampu mengurus tenis meja di Tanah Air.

Evaluasi seperti ini bukan hanya ditujukan kepada tenis meja, tapi juga cabang-cabang lain. Sudah saatnya koreksi dilakukan lebih terbuka. Pengurus kurang mampu, pengurus kurang waktu, pengurus tidak punya visi, silakan minggir dan digantikan oleh yang lebih baik.

Muaranya adalah kepada para penanggungjawab pembinaan olahraga di Tanah Air, yaitu Mennegpora dan KONI Pusat. Tokoh-tokoh top di lembaga ini silakan mundur jika memang kegagalan diterima oleh kontingen kita.

Jangan lagi berdalih bahwa jabatannya merupakan amanah dan permintaan Presiden atau Musyawarah Nasional. Presiden bisa mencari ganti, begitu pula munas bisa dilaksanakan atau membentuk caretaker.

***


Kembali ke arena SEA Games. Keberhasilan masih bisa diraih jika di cabang-cabang yang menjadi andalan tidak meleset lagi, misalnya karate, taekwondo, yudo, panahan, dan balap sepeda serta senam menambah peroleh emas.

Sisa waktu bertanding harus diisi oleh latihan dan konsentrasi. Meminjam keberhasilan atletik kali ini, tim pelatih telah menemukan latihan konsenterasi atau fokus sangat menolong atlet dalam meraih prestasi tinggi.

Hal itu diakui oleh dua pelari jarak pendek yang mendapat emas, yaitu Suryo Agung Wibowo untuk 100 meter putra dan Dedeh Irawati untuk 100 meter gawang putri.

Prestasi Suryo sangat fantastis. Tidak diunggulkan malah memperoleh emas dengan memecahkan rekor SEA Games. Catatan waktunya 10,25 detik menjadi catatan yang sudah langka terjadi di lintasan atlet nasional.

Prestasi Dedeh pun patut dicaungi jempol. Ia punya ambisi untuk memperbaiki peringkat setelah hanya perak ia peroleh di SEA Games 2005. Lawan yang dihadapi pun sama, yaitu peraih emas 2005 itu, Robert Trecia dari Filipia. Tapi, ia fokus untuk bertekad memenangi perlombaan. Berhasil!

Faktor fokus atau konsentrasi juga diutarakan oleh lifter-lifter peraih emas. Bukan hanya emas yang mereka ukir tapi juga rekor-rekor SEA Games baru.

Tak salah kalau penemuan baru tapi sebenarnya barang usang ini dipraktekan di hari-hari genting sekarang ini bagi kontingen Indonesia. Fokus, konsentrasi untuk kejar emas bernilai 200 juta rupiah itu.

Kalau sudah begini 5 T bisa juga diartikan: ”Target Tercapai Tapi Terfokus Terkonsentrasi”.

Aya-aya wae!

Email: lili@bolanews.com atau ramtodi@yahoo.com
Blog: http://liliantoapriadi.blogspot.com

Lilianto Apriadi
SPORTS NEWS

Liga Media 2008
TV ONE TUNDUKAN KOMPAS

Liga Medco U-15
SUMBAR TERTAHAN

Semifinal Play-Off NBA
CELTICS DAN LAKERS BUKA PELUANG

Final Piala UEFA
ZENIT TUNTASKAN RANGERS

LIGA MEDCO U-15
JABAR LOLOS PERTAMA

PSMS
AYAM KINANTAN MASIH BERKOKOK

Liga Medco U-15
JATENG MEMBURU KALBAR

Piala Medco U-15
JATENG OPTIMISTIS

PSMS
MULAI MENATA DIRI

Persib
JAIRON MERAGUKAN

ARSIP

Lilianto Apriadi
BOM NURDIN HALID

Lilianto Apriadi
SOEHARTOISME

Lilianto Apriadi
BISUL OLAHRAGA HAMPIR PECAH

Lilianto Apriadi
SELAMAT TAPI WASPADA

Lilianto Apriadi
5 T

Berita Lainnya ...

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC