PRINT EDITION | FORUM DISKUSI | AGENDA | PHOTOFOLIO | EURO 2008
BALAP
BASKET
BULUTANGKIS
OLE! INTERNASIONAL
OLE! NASIONAL
TENIS
TINJU
CABANG LAIN
Home  >  LILIANTO APRIADI



Lilianto Apriadi
OLAHRAGA ABG
Senin, 19 November 2007 pukul 10:5:35 WIB
   Geng motor terungkap, geng sekolah dibubarkan. Kelompok itu bukan hanya milik remaja pria, melainkan juga cewek-cewek. Di sebuah sekolah bahkan ada cewek beda tingkatan duel ditonton teman-temannya. Karena tak disusupi olahraga?

Ketika remaja dulu, baik di sekolah menengah pertama maupun atas kegiatan class meeting benar-benar ditunggu. Kegiatan itu merupakan ajang adu ketangkasan di bidang seni maupun olahraga antarkelas. Lebih tinggi lagi, antarsekolah ada Panca Lomba, mempertandingkan cabang-cabang unggulan, seperti atletik, sepakbola, voli, dan basket.

Sekarang, kegiatan-kegiatan itu entah terbang ke mana. Olahraga di sekolah-sekolah berlangsung apa adanya. Murid disuruh berlari keliling lapangan yang disewa. Atau murid-murid disuruh datang pada hari Minggu ke suatu stadion. Di situ mereka beramai-ramai melakukan kegiatan olahraga tanpa kontrol guru yang bagus.

Di arena seni sami mawon. Yang ada adalah lomba grup band antarsekolah. Tidak ada lagi lomba vokal grup dan sejenisnya.

Kegiatan seni paling ngetop dan belakangan sering menimbulkan kerusuhan adalah Pensi alias Pentas Seni. Dalam kegiatan ini, para pelajar yang tergabung dalam kepanitiaan mencari dana sampai ratusan juta rupiah, untuk mendatangkan band-band terkenal macam Peterpan, Dewa 19, Slank, Club Eighties, Ungu, dan banyak lagi.

***


Ke mana kau class meeting? Kemana kau Panca Lomba? Kemana kau guru pembimbing seni dan olahraga?

Katanya waktu pelajar dihabiskan untuk belajar di sekolah. Tapi, kenapa pelajar bisa kumpul berjam-jam dan akhirnya membentuk sebuah geng?

Kenyataan ini hampir dimiliki oleh semua sekolah menengah pertama maupun atas di Jakarta maupun kota besar lainnya. Jam sekolah yang padat, dari pukul 7.00 hingga pukul 16.00 WIB, masih bisa dipakai para pelajar untuk mengorganisir sebuah geng.

Semua akhirnya salah. Guru, pemerintah, dan orangtua. Guru yang diidentikan dengan pihak sekolah, kurang dapat menggairahkan pelajar meminati suatu bidang ekstrakurikuler. Monitoring guru terhadap kegiatan di luar sekolah juga sangat kurang. Geng sekolah sudah lama muncul, tapi kenapa baru sekarang terungkap. Begitu pula dengan pemerintah dan pihak berwajib yang baru merasakan efek dari keberadaan geng motor. Dulu-dulu pade ke mane aje?

Kekurangan pemerintah yang lain adalah penyediaan sarana berupa ruang publik. Sarana untuk mereka berunjuk prestasi sudah sangat kurang. Sarana yang dimaksud di sini yang murah dan meriah, yang benar-benar untuk mereka. Sehingga mereka sekarang ini lebih nikmat nongkrong di warung-warung pinggir jalan ataupun di mall-mall.

Orangtua sendiri, perlu menerapkan pendidikan tarik-ulur kepada anak-anak remaja alias anak baru gede (ABG) ini. Tariklah mereka, kalau mereka melakukan kegiatan yang terlihat bisa merugikan. Tapi, ulur dengan terus mengawasi setiap mereka melakukan kegiatan di luar sekolah.

***


Selanjutnya adalah secara bersama membangun event olahraga yang melibatkan mereka. Para guru di sekolah ada baiknya menghidupkan kembali ”class meeting” itu. Di tingkat dinas pendidikan. Ada baiknya pula menghidupkan lagi turnamen Panca Lomba.

Kejuaraan-kejuaraan bertitel pelajar, dapat menggugah mereka untuk menyisihkan waktu untuk melihat maupun mengikutinya. Kejuaraan-kejuaraan ini kebetulan sekarang ini sudah langka. Berbeda jika kejuaraan umpamanya berbendera klub dan daerah, mereka cuek beibeh.

Di tingkat nasional, memang ada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) dan POMNAS untuk mahasiswa. Tapi, untuk event-venet tingkat sekolahan, masih jarang. Kebetulan sekarang, olahraga prestasi seluruhnya berada di bawah Kantor Mennegpora. Tak salah, kalau kantor ini juga dibebani pembinaan olahraga bertitel pelajar, bersama-sama dengan Depdiknas.

Untuk kalangan swadaya masyarakat yang baru ada Persatuan Olahraga Anak (Porgaki). Mereka cukup aktif menggelar turnamen tingkat anak-anak. Dulu mereka punya kejuaraan sepakbola usia dini. Untuk sekarang, mereka baru saja mengadakan kejuaraan lebih luas lagi, yakni tingkat ASEAN dengan nama ASEAN Primary School Sport Olympiade (APSSO). Terinspirasi dengan Porgaki barangkali bisa dibentuk lagi Porgaja (Persatuan Olahraga Remaja), sehingga dapat pula digelar kejuaraan tingkat pelajar di tengah masyarakat luas.

Untuk tingkat pelajar Asia, kita punya perjalanan yang bagus. Di beberapa cabang kita adalah rajanya.

Para pelaku olahraga, terutama PB dan PP, bisa berperan aktif dengan mendatangkan umpamanya bintang-bintang olahraga remaja, seperti Irene Kharisma Sukandar dan atlet remaja lainnya ke sekolah-sekolah. Selain itu bisa pula memberikan pelatihan-pelatihan kepada guru-guru olahraga.

Dan yang terakhir adalah dana. Persoalan ini barangkali bisa dibicarakan antara Mendiknas dan Mennegpora. Problem ini akan cepat kaluar kalau kita mempunyai pemikiran: lebih baik mencegah dari pada melihat yang sudah terjadi. Dana yang keluar dijamin akan kembali melalui output yang setidaknya dapat memberikan jalan keluar bagi persoalan ABG yang belakangan mencuat dengan ganas.

Email: lili@bolanews.com atau ramtodi@yahoo.com
Blog: http://liliantoapriadi.blogspot.com

Lilianto Apriadi
SPORTS NEWS

Tour de France
REBUT ETAPE 19, SASTRE MENATAP JUARA

Bursa Transfer
HSV PERTAHANKAN VAN DER VAART

Transfer Pemain
MUNTARI GANTIKAN LAMPARD

Bursa Transfer
CALDERON SAMPINGKAN ETO'O

Masa Depan Lampard
DUKUNGAN DARI CAPELLO

Transfer Pemain
FIORENTINA IKUT KEJAR ARSHAVIN

Tour de France
BURGHARDT GEMILANG, SASTRE MASIH DIPUNCAK

Persires
BERENCANA BANGUN STADION

Divisi Satu
PERSIRES BUKA PELUANG KE DIVISI UTAMA

Transfer Pemain Sunderland
GAET TAINIO, CHIMBONDA MENYUSUL

ARSIP

Lilianto Apriadi
FEDERER DAN SWISS

Lilianto Apriadi
DULU ANGIE, SEKARANG DINARA

Lilianto Apriadi
ANTARA BANG ALI DAN JOHN TERRY

Lilianto Apriadi
PIALA THOMAS DAN HARKITNAS

Lilianto Apriadi
OBOR AP

Berita Lainnya ...

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC