|
|
 |
Home
> EDISI CETAK
Manny Pacquiao
Menatap Gelar Keempat
Pernah merasakan tiga gelar juara dunia di tiga kelas berbeda belum memuaskan Manny Pacquiao. Bintang tinju Filipina itu masih rakus gelar. Sebab itu, dia menantang juara kelas ringan (61,2 kg) WBC, David Diaz dari AS, dalam laga 28 Juni di Las Vegas.
|
|
Manny Pacquiao, tak puas tiga gelar. (Foto: AFP)
|
Pacquiao (29) pernah menjadi juara kelas terbang (50,8 kg) WBC, bantam super (55,3 kg) IBF, dan bulu super (58,9 kg) WBA. Dia adalah petinju Asia pertama yang sanggup melakukannya.
“Pertarungan melawan Diaz akan menghadirkan lebih banyak aksi dibandingkan melawan Marquez atau Morales. Menjadi juara dunia di empat kelas adalah prestasi tersendiri di tinju pro, apalagi saya petinju Asia pertama yang sanggup melakukannya,” ujar Pacquiao, pemilik rekor 46-3-2 (35 KO), seperti dikutip philboxing.com.
Restu Presiden
Pacquiao sudah terbang ke Los Angeles pada Senin (12/5) untuk berlatih di Wild Card Gym milik pelatihnya, Freddie Roach. Sebelum bertolak ke Amerika Serikat, dia berpamitan kepada Presiden Filipina, Gloria Macapagal Arroyo. Kedua sosok ini dikenal dekat, apalagi sejak Pacquiao menjadi figur yang sangat terkenal di dunia.
Diaz (31) sendiri adalah petinju boxer berbekal teknik amatir yang hebat. Ia adalah alumni Olimpiade Atlanta 1996. Petinju asal Chicago tersebut memiliki rekor 34-1-1 (17 KO).
“Melawan Pacquiao adalah pertarungan terbesar sepanjang karier saya. Saya sungguh bersyukur mendapatkan kesempatan ini. Saya cukup lama vakum dari tinju karena masalah promosi dan laga ini tak akan saya sia-siakan,” ujar Diaz.
Kualitas Diaz, yang bukan ayam sayur, membuat laga Pacquiao nanti tak lebih mudah dari sebelumnya. Pertanyaan lebih besar pun muncul untuk anak kampung dari Filipina Selatan itu. Sanggupkah dia menjadi juara dunia di empat kelas berbeda?
(don)
>> Kembali ke Atas
| |
 |

|