PRINT EDITION | FORUM | AGENDA | PHOTOFOLIO
HALAMAN MUKA
Catatan Ringan
Halaman Tiga
Balap
Bola Basket
Bulutangkis
Galeri
Tenis
Tinju
Olimpik
Olimpiade 2008
OLE! INTERNASIONAL
Pramusim
Italia
Inggris
Spanyol
Belanda
Jerman
Prancis
Profil
Wawancara
Beijing 2008
OLE! NASIONAL
Liga Super Indonesia
Divisi Utama
KLASEMEN
Home  >  EDISI CETAK



Master Toronto
Perang Tiga Besar

Setelah Wimbledon berakhir, 6 Juli, tiga pemain terbaik dunia, Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic, belum berkumpul lagi di satu turnamen yang sama. Baru pekan ini para pemain asal Swiss, Spanyol, dan Serbia itu kembali bersaing di turnamen besar lain, Master Toronto di Kanada.

Persaingan antara ketiga pemain tersebut tahun ini memang selalu menarik untuk ditunggu. Djokovic mengalahkan Federer di semifinal Australia Terbuka, grand slam pertama yang dijuarainya Januari lalu. Federer membalas kekalahan itu di semifinal Master Monte Carlo.

Nadal dikalahkan Djokovic di semifinal Master Indian Wells dan membalasnya di semifinal Master Hamburg dan Prancis Terbuka serta final Queen's Club di London. Sementara itu, Federer menjadi korban Nadal di final Prancis Terbuka dan Wimbledon, serta final Master Monte Carlo dan Master Hamburg, tanpa mampu membalasnya sekali pun.

Karena itu, jangan heran bila mantan bintang Jerman, Boris Becker, menganggap Nadal-lah pemain nomor satu dunia yang sesungguhnya.

"Di daftar peringkat Federer memang yang teratas, tapi bila orang ditanya siapa pemain nomor satu dunia, pasti jawabannya juara Prancis Terbuka dan Wimbledon," komentar Becker.

Beban Berat

Di Toronto, Federer, Nadal, dan Djokovic tentu saja diharapkan bisa bertemu di dua babak akhir, dengan catatan tak ada kejutan yang terjadi dan mereka tergusur sebelum mencapai semifinal.

Tahun lalu, turnamen ini dimenangi Djokovic dengan mengalahkan Federer di final. Kini skenario mempertemukan mereka kembali di final. Namun, sebelum menembus final, Djokovic harus mampu melewati Nadal di semifinal. Sekali lagi dengan catatan: jika segalanya berjalan mulus sesuai skenario.

Dengan persaingan yang makin ketat dan selisih poin yang tak terlalu jauh, beban berat tentu harus dipikul ketiga pemain tersebut. Djokovic menanggung beban berat sebagai juara bertahan. Apalagi setelah hasil buruk di Wimbledon, kalah di babak kedua, prestasi terburuknya di arena grand slam dalam dua tahun terakhir.

Federer terbebani dengan selisih poinnya yang makin tipis dengan Nadal. Terlebih lagi, cukup banyak poin yang harus dipertahankan dari seri turnamen lapangan keras di daratan AS karena tahun lalu ia menjadi juara di Master Cincinnati dan AS Terbuka.

Sementara itu, Nadal cukup terbebani dengan statusnya sebagai "the real best player". Apalagi, pemuda 22 tahun ini jarang berprestasi puncak di Benua Amerika dan lebih trampil bila bertarung di daratan Eropa.

"Saya cukup senang dengan penampilan saya, tapi saya masih tetap nomor dua dan masih termotivasi untuk terus memperbaiki permainan. Sudah pasti saya ingin jadi nomor satu, tapi saat ini apa yang saya inginkan hanyalah bisa tampil baik di Toronto. Mempertahankan poin bukanlah hal baru buat Federer," ujar Nadal, seperti dilansir Reuters.

Master Toronto memang dijadikan ajang untuk mengukur kemampuan sebelum tampil di Olimpiade Beijing, 8-24 Agustus. Buat Federer ini Olimpiade ketiga, sedangkan buat Nadal dan Djokovic yang pertama. Federer sangat bernafsu meraih emas di Beijing. Di Sydney 2000, ia kalah dari Arnaud DiPasquale dari Prancis pada perebutan medali perunggu. Di Athena 2004 hasilnya lebih buruk lagi: dikalahkan Tomas Berdych dari Rep. Ceska di babak kedua. ( Rahayu Widiyarti)

>> Kembali ke Atas

BERITA LAINNYA
Master Toronto
PERANG TIGA BESAR

Kasus Judi
DUA LAGI TERJARING

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC