PRINT EDITION | FORUM | AGENDA | PHOTOFOLIO
HALAMAN MUKA
Catatan Ringan
Halaman Tiga
Balap
Olimpik
Galeri
Bulutangkis
Tenis
Bola Basket
Tinju
OLE! INTERNASIONAL
Kualifikasi PD 2010
Italia
Inggris
Spanyol
Jerman
Belanda
Prancis
Profil
Wawancara
OLE! NASIONAL
Liga Super Indonesia
Tim Nasional
KLASEMEN
Home  >  EDISI CETAK



Olimpiade 2012
Dikhawatirkan Terimbas Krisis Ekonomi

Krisis ekonomi yang sedang melanda Amerika Serikat dan dikhawatirkan bakal mengglobal membuat Komite Olimpiade Internasional (IOC) waswas. Krisis yang dimulai dengan rontoknya beberapa lembaga keuangan top di Negeri Paman Sam dikhawatirkan akan berpengaruh pada agenda kegiatan olahraga dunia, salah satunya Olimpiade London 2012.

Krisis ekonomi Amerika Serikat diprediksi bakal mendunia setelah tahun 2009. Padahal antara 2009-2012, IOC memiliki banyak agenda. Dua yang terpenting adalah Olimpiade Musim Dingin di Vancouver 2010 dan Olimpiade Musim Panas di London 2012.

“Saat ini tidak ada yang dapat memastikan apa yang akan terjadi nanti, namun saya tetap optimistis terhadap penyelenggaraan Olimpiade. Seharusnya krisis ekonomi global tidak mencederai persiapan Olimpiade yang akan datang,” ujar Jacques Rogge, Presiden IOC, seperti dikutip AP.

Bos IOC yang seorang dokter spesialis bedah asal Belgia itu menambahkan hingga saat ini belum ada laporan yang bersifat emergency mengenai persiapan Vancouver 2010. Pembangunan sarana dan prasarana olahraga musim dingin di kota terbesar Provinsi British Columbia, Kanada, itu dianggarkan sebesar 577 juta dolar AS atau sekitar Rp. 5,5 triliun. Anggaran itu dihitung tahun lalu sebelum krisis ekonomi datang pada September tahun ini.

Ancaman London

Berbeda dengan Vancouver, Rogge menyiratkan sedikit kekhawatiran terhadap persiapan London 2012. Anggaran sebesar 17 miliar dolar AS yang disusun untuk London 2012 diperkirakan bakal membengkak.

“Laporan terakhir yang saya terima, panitia London 2012 sedang mencari lebih banyak penyandang dana. Mereka ingin fokus pada sponsor yang memang benar-benar memiliki cukup dana,” kata Rogge lagi.

Krisis keuangan yang terjadi saat ini memang sudah membuat panitia pelaksana London 2012 limbung. Mereka benar-benar ingin menghemat ongkos pembangunan sarana yang sudah disetujui. Bahkan saat ini panitia sudah mengajukan dana talangan sebesar 1,9 miliar dolar AS dari pemerintah Inggris untuk menyelesaikan pembangunan perkampungan atlet serta pusat penyiaran dan media.

Sementara itu, di Indonesia, belum ada pembahasan khusus mengenai ancaman krisis moneter global terhadap olahraga Indonesia. Sumber di Kantor Menegpora mengatakan belum ada pembahasan serius di lembaga pemerintah tersebut pasca-arahan Presiden SBY pada akhir pekan lalu agar lebih fokus dan berhemat menyikapi fenomena kemerosotan ekonomi yang terjadi. Indonesia sedang menghadapi dua gawe besar untuk olahraga tingkat regional dan nasional, yaitu SEA Games 2011 serta PON 2012 di Riau. Lalu ada juga Program Atlet Andalan (PAL), yang diluncurkan Menpora dengan anggaran Rp 100 miliar dan akan dimulai tahun depan. (Donny Winardi)

>> Kembali ke Atas

BERITA LAINNYA
Jelang Asian Beach Games
JANJI PRESTASI DUTA BANGSA

Ferdiansyah
DUA TARGET MENGUKUR ABG

Catatan Olimpik
ABG BELUM PUNYA VALUE

Olimpiade 2012
DIKHAWATIRKAN TERIMBAS KRISIS EKONOMI

Arung Jeram Dunia
INDONESIA KIRIM TIGA TIM

Kejurnas Karate Piala Kasad IX 2008
PIALA SUPREMASI TERTUNDA

Tiger Woods
MACAN TENGAH TERLUKA

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC