|
|
 |
Home
> EDISI CETAK
Lomba Lari Internasional 5K
Pecahkan Rekor dan Regenerasi
Bibit-bibit atlet atletik harus ditumbuhkan. Semangat itulah yang dimunculkan pada kejuaraan Sports Station National 5K 2008, Minggu (18/5) di Jakarta. Dua atlet nasional peraih medali emas SEAG 2007, Yahuza dan Triyaningsih, berusaha memecahkan rekor. Rekor lari 5 km pria adalah 15 menit 04 detik, sedangkan wanita 16 menit 37 detik.
”Saya siap memecahkan rekor yang saya peroleh tahun lalu,” ungkap adik kandung pelari nasional Ruwiyati, Rabu (14/5) dalam jumpa pers di Jakarta. Rute lari diambil di sekitar Jakarta City Center (JaCC).
Triyaningsing meraih medali emas SEA Games 2007 di no¬mor 5.000 meter dengan waktu 15 menit 54,32 detik sekaligus me¬mecahkan rekor yang dibukukan oleh seniornya, Supriati Sutono, yang diciptakan pada 2001 di Kuala Lumpur dengan 16:08,93. Hal senada disampaikan Yahuza, pelari asal Penagan (Bangka), kelahiran 12 September 1981.
Optimisme itu disambut gembira Michael Capper, Chief Operating Officer Mitra Adi Perkasa (MAP), sponsor event.
”Namun, ada hal yang lebih penting, yakni munculnya para pelari muda pengganti para senior. Kami berharap dari event ini regenerasi akan terjadi. Indonesia adalah negara besar dengan potensi olahraga yang mengagumkan. Prestasi bagus atletik di SEAG lalu ha¬rus diikuti dengan regenerasi berkelanjutan agar medali emas itu terus dimiliki oleh Indonesia,” ungkap Capper, yang mendukung Inggris pada perempatfinal Piala Thomas 2008.
Selain itu, juga dilakukan kerja sama antara MAP, Mizuno Corp of Japan, dan PB PASI dalam empat tahun ke depan. ”Kami berterima kasih atas kerja sama ini. Kebetulan juga atlet-atlet kami cocok dengan produk mereka,” ujar Tigor. (eko)
>> Kembali ke Atas
| |
 |

|