|
|
 |
Home
> EDISI CETAK
Verifikasi Liga Super
Dua Klub Tak Lolos
Setelah melakukan pembahasan panjang, minggu lalu, BLI mengisyaratkan dua hingga lima klub Liga Super sangat sulit untuk meraih lisensi LS. Sementara itu klub yang sukses lolos verifikasi hanya lima atau enam klub. Selebihnya delapan atau tujuh klub lolos dengan catatan yang tak berat.
Menurut Joko Driyono, Direktur Kompetisi BLI, keputusan final menyangkut nasib lima klub terbawah itu akan diambil pada Rabu (14/5) malam. "Saya tak mau berandai-andai, tapi yang jelas ada dua klub yang sangat parah dan mungkin tak tertolong," jelasnya. Sayang Joko tak mau buka kartu apa saja klub itu.
Dari pernyataan sebelumnya, mungkin dua klub terbawah ini adalah Persiter dan Persmin.Jika mereka tak lolos, BLI akan mencari pengganti yang berasal dari klub divisi utama yang kini mulai mencari lisensi LS. Namun, itu juga bukan pekerjaan gampang karena dari tujuh klub divisi utama yang ikut mencari lisensi, kondisi mereka juga mengecewakan. Joko menilai berat mencari tiga klub asal divisi utama yang mulus menggapai lisensi LS. Ini mengisyaratkan jika BLI tak akan meloloskan dua atau maksimal tiga klub LS.
Divisi Utama
Dari verifikasi yang dilakukan pada divisi utama, Persebaya mulai disambangi tim verifikasi BLI, Senin lalu. Tigor Shalom Boboy, anggota tim verifikasi BLI, mengaku puas atas pemaparan Persebaya. Kendati begitu, Tigor meminta Tim Bajul Ijo tak hanya memberi penjelasan, tapi juga disertai dokumen pendukung.
Melihat kondisi sebenarnya, di Persebaya tim verifikasi menilai masih banyak yang harus diperbaiki, terutama menyangkut aspek infrastruktur. Selain permukaan lapangan kurang rata, lampu stadion dinilai belum memenuhi standar yang ditentukan, penerangan secara merata 1.200 lux. Ukuran ruang-ruang juga dianggap kurang representatif. “Penerangan di bawah standar, ruang pers kurang besar. Tapi, yang kami pegang adalah kesanggupan pihak Persebaya membenahi semua kekurangan,” tutur Tigor.
Kendala lain adalah aspek legal. Hingga kini badan hukum berupa PT belum terbentuk. Ganjalannya juga terdapat pada aspek personel dan administrasi. Hingga kini belum ada kontrak kerja dengan Yayasan Gelora 10 November, begitu juga dengan manajer dan dokter tim atau personel lain.
Rasanya butuh kerja keras untuk menyelesaikan semua itu. “Ini yang sedang kami usahakan,” ujar Akhmad Munir, Koordinator Tim Lima Persebaya. “Aspek legal kami beri toleransi sampai Desember 2008 sebab di Liga Champion Asia klub harus sudah mengantongi lisensi profesional,” tutur Tigor.
Sementara itu BLI Rabu lalu juga memverifikasi Persis Solo dan memberi catatan dalam aspek infrastruktur dan beberapa dokumen yang masih belum lengkap. “Kami memberi batas waktu untuk melengkapi kekurangan dokumen-dokumen tersebut hingga Senin (19/5),” ujar Kokoh Afiat, anggota tim verifikasi BLI.
Persis mengaku siap melengkapi kekurangan itu. “Apa yang menjadi kekurangan, kami siap menyelesaikannya,” jelas Ketua Umum Persis, F.X. Hadi Rudyatmo. Terkait aspek legal, Persis sudah membentuk PT Persis, Selasa lalu. Keputusan ini diperoleh dalam pertemuan 26 klub anggota Persis yang sepakat membentuk badan hukum. “PT Persis sudah mulai kami proses di notaris,” kata Hadi.
Namun, sebenarnya tak ada jaminan jika klub divisi utama yang lolos verifikasi lisensi LS bisa langsung turun di kompetisi LS. Keputusan menyangkut keikutsertaan mereka masih tergantung keputusan Komite Eksekutif PSSI serta ada atau tidaknya klub LS yang gagal dalam verifikasi.
(Ary J./Fahrizal A./Aningjati)
>> Kembali ke Atas
PSMS
Nama Besar Tergadaikan
Nama besar PSMS kini tergadaikan. Tim asal Medan itu mungkin bisa berlaga di ajang Liga Super 2008 Juli nanti jika mematuhi sejumlah kesepakatan. Kepastian itu terjadi setelah adanya kesepakatan antara manajemen lama PSMS dengan pihak investor baru, Sihar Sitorus.
Semula tim berjuluk Ayam Kinantan ini hampir gagal berlaga di LS karena masih ada ganjalan di sejumlah persyaratan, terutama aspek legal dan infrastruktur. Mereka juga menolak rencana pembelian Sihar dengan komposisi saham 96:4. Kini, setelah diadakan pembicaraan ulang, akhirnya disepakati kepemilikan tetap 100% ada pada 40 klub anggota PSMS. Sihar sebagai investor hanya “menyewa” lisensi PSMS di LS sebesar Rp 450 juta.
Sebelumnya Sihar sudah menyiapkan lima aspek untuk mengikuti LS. Kini, di saat PSMS dituntut memenuhinya, mereka pun siap. "Saya sudah mengontrak dokter, pelatih, dan perangkat lainnya," ujar Sihar. Ia bahkan sudah mengontrak enam pemain dan Iwan Setiawan sebagai pelatih. Persiapan itu dilakukan karena sebelumnya ia sudah mengantungi kuasa dari 33 klub anggota PSMS.
Pembentukan PT kini diserahkan kepada PSMS. Namun, Sihar akan menguasai semua hak komersiil dan tim. Model ini mirip kesepakatan antara Persija dengan pemprov DKI. Sihar juga mengontrak pemain untuk jangka waktu 3 tahun dan pembinaan kelompok umur dengan nama Medan United (MU).
Sihar menolak jika maksudnya itu berlatar belakang politis. Apalagi jika dikaitkan dengan niat Sihar mencalonkan diri menjadi Wakil Wali Kota Medan pada periode mendatang. “Semua orang tahu latar belakang saya hanya bisnis,” jelas Sihar.
Bukan itu saja, Sihar kini memiliki visi untuk menjadikan PSMS sebagai bisnis tontonan di samping pembinaan dan menumbuhkan fanatisme Medan. “Untuk mendukung upaya itu, stadion perlu diperbaiki,” jelas Sihar. (ary/wis)
>> Kembali ke Atas
| |
 |

|