Babak 24 Besar
Menanti Kejutan Baru
Babak 24 besar Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) diprediksi kembali menghadirkan kejutan. Setelah di babak 48 besar lalu Persibo menekuk Arema dan Mitra Kukar jadi pembunuh PSM, siapa lagi yang bakal jadi pembunuh raksasa di babak ini?
Menurut Joko Malis, mantan pelatih Persmin, kans munculnya kejutan itu sangat terbuka. Kini tim-tim Divisi Utama levelnya nyaris seimbang dengan kontestan ISL. ”Peserta dari Divisi Utama yang menjalani partai tandang lebih dulu akan mencoba bermain aman tapi tetap ngotot. Mereka akan lebih mengandalkan serangan balik,” tutur Joko.
PSMS, Persik, Persela, Persiwa, dan Persiba harus ekstra waspada. Maklum, kelima tim ISL ini bakal menghadapi klub-klub penghuni papan atas Divisi Utama. Rachmat Affandi, striker PSMS, harus mengeluarkan segala kemampuan untuk menjegal PSPS, pemuncak klasemen Wilayah Barat.
Persik bisa saja tumbang di kandang, saat menjamu Persiba Bantul. Apalagi tim polesan Aji Santoso ini dipastikan kehilangan M. Roby. Lagi pula kekuatan Persik jauh menurun sejak keluarnya Budi Sudarsono (Sriwijaya FC), Aris Indarto (Persija), Markus Horison (PSMS), Danilo Fernando (Deltras), dan Cristian Gonzales, yang sedang menjalani skorsing setahun.
”Kami tak boleh cengeng. Saya harus optimalkan kekuatan yang ada. Kami jangan meremehkan lawan. Apalagi kini Persiba menghuni peringkat dua Divisi Utama Wilayah Timur,” ucap Aji.
Setali tiga uang, Persela pun bisa saja terganjal Persema, yang berada di urutan ketiga Wilayah Timur. Kendala terbesar pelatih M. Basri, sang kapten sekaligus bomber andalan, Marcio Souza, dalam masa penyembuhan pascaoperasi usus buntu.
Persela memang masih memiliki top scorer sementara CDSSI, Jimi Suparno dan Dicky Firasat. Tapi, kali ini aksi keduanya tak semudah ketika membombardir PS Mojokerto di babak sebelumnya. ”Ini ujian sesungguhnya bagi kami. Kami harus serius menghadapi Persema. Mereka punya materi selevel klub ISL,” sebut Agus Yuwono, asisten pelatih.
Persiwa, yang diuntungkan letak geografis di Pegunungan Jayawijaya pada ketinggian 1.800 mdpl, tak boleh lengah saat ditantang Persebaya. Meski tim ini baru saja ditinggal Freddy Mulli, pelatih pengganti, Arcan Iurie, cukup mumpuni.
”Siapa pun lawan, kami harus sikat di Wamena. Kami harus bisa menang besar sehingga leg kedua bisa agak ringan,” kata Suharno, pelatih Persiwa.
Bagi Mitra Kukar, ini ujian bagi ketangguhan mereka. Akankah rekor menjungkalkan PSM di babak 48 besar lalu terulang ketika mereka menghadapi rekan se-Borneo, Persiba Balikpapan?
”Jika kami bisa mengalahkan PSM, logikanya kami juga harus bisa menjinakkan Persiba. Tapi, kami tetap harus berjuang, tak bisa hanya mengandalkan rekor atas PSM,” ujar Nus Yadera, pelatih Mitra Kukar.
Kita tinggal menunggu apakah di babak 24 besar nanti akan muncul lagi sang pembunuh raksasa atau tim kasta atas ISL tetap bisa selamat dari ajang pembantaian itu.
(Gatot Susetyo)
>> Kembali ke Atas
|