Sriwijaya FC
Berburu dan Nikmati Bonus
Setelah memastikan diri menjadi juara Copa Dji Sam Soe, manajemen Sriwijaya FC langsung bergerak cepat mempersiapkan tim menghadapi musim depan. Tim lima bentukan pengurus menggelar rapat sehari setelah final CDSSI untuk membahas nama-nama pemain yang dipertahankan atau dilepas.
Pelatih Rahmad Darmawan menyebut bahwa timnya hanya akan menggunakan empat pemain asing musim mendatang. Satu di antaranya adalah pemain kawasan Benua Asia.
"Walau BLI belum memutuskan regulasi jumlah pemain asing musim depan, kami tetap menilai format tiga pemain asing plus satu tambahan pemain Asia adalah hal ideal karena format ini diterapkan AFC di kompetisi Liga Champion Asia dan Piala AFC yang salah satu di antaranya akan kami ikuti," kata Rahmad.
Rahmad telah menyodorkan empat nama pemain asing di tiap posisi yang dinilainya berkualitas untuk kemudian dinegosiasi manajemen. Salah satunya adalah striker asal Nigeria, Greg Nwokolo, yang musim lalu berkostum Persija.
Tenaga Greg amat dibutuhkan karena hampir pasti Sriwijaya melepas salah satu di antara Ngon A Djam atau Anaure Obiora karena permintaan nominal kontraknya terlalu tinggi. Menurut Hendry Zaenuddin, asisten manajer Sriwijaya, keduanya mematok harga Rp 1,2 hingga 1,5 miliar untuk durasi kontrak setahun.
Harga yang dipatok Greg, lewat agennya, Eddy Syah Putra, relatif lebih murah, yakni hanya Rp 1 miliar. "Manajemen tentu mencari pemain dengan harga lebih murah, tetapi kualitasnya sama bagus," kata Hendy.
Greg mengaku sebenarnya masih betah bermain di Persi-ja, tapi hingga kini dirinya belum mendapat kepastian perpanjangan kontrak dari pe-ngurus Tim Macan Kemayoran.
"Kalau tawaran Sriwijaya menarik, saya tentu senang bermain di sana. Saya menyerahkan negosiasi ke agen," kata Greg, yang juga akan mencoba peruntungan ke Inggris pekan depan.
Para awak tim Sriwijaya sendiri tengah menikmati bonus dari manajemen atas kesuksesan mereka. Totalnya mencapai Rp 1,9 miliar dibagi berdasarkan kontribusi plus bonus khusus dari Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, berupa rumah tipe 36 di Palembang.
(yos/lul)
>> Kembali ke Atas
|