|
|
 |
Home
> EDISI CETAK
Demo Suporter
Bukan Aksi Terakhir
Upaya tak kenal menyerah untuk menekan PSSI agar melakukan revolusi total dalam kepengurusannya terus diusung Kelompok Suporter Indonesia (KSI). Aksi unjuk rasa jilid kedua digelar pada Senin (12/5) di Jakarta. Ini bukan gerakan terakhir. Demonstrasi besar-besaran bakal kembali dilakukan tepat pada penyelenggaraan laga uji coba timnas vs Bayern Muenchen, Rabu (21/5).
Jaminan soal aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar disampaikan M. Faisyal Abdullah, Koordinator Lapangan KSI. “Sebelum PSSI menuruti kehendak FIFA menggelar munaslub dan mengganti Nurdin Halid, kami tak akan berhenti melakukan aksi demo. Kami tak ingin sepakbola Indonesia terpuruk akibat hukuman pembekuan karena sikap ngotot PSSI yang terus mencoba mempertahankan status quo.”
“Kami akan terus berkoordinasi dengan kelompok-kelompok suporter lain untuk mewujudkan demo saat timnas melawan Muenchen biar dunia internasional tahu bahwa masyarakat sepakbola Indonesia tak menginginkan Nurdin,” timpal Richard Ahmad, Ketua Presedium The Jakmania.
Tak tertutup kemungkinan dalam aksi demo selanjutnya di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, kelompok suporter bakal menduduki kantor PSSI. “Hal ini dilakukan karena kami melihat tak ada iktikad baik lagi dari pengurus PSSI untuk melakukan pembenahan. Mereka tak pernah mengubris kritik dari suporter, media, dan masyarakat sepakbola Indonesia,” ujar Richard.
Kesan bahwa pengurus PSSI tak memedulikan suara-suara kritis yang menginginkan perubahan terlihat dalam aksi KSI kedua tersebut. Mengetahui dari pemberitaan media bahwa kantor PSSI bakal diserbu ratusan orang suporter, pentolan-pentolan organisasi sepakbola tertinggi nasional tersebut tak menampakkan batang hidungnya.
Hanya Deputi Sekretaris Jenderal PSSI Bidang Sarana dan Prasarana, Timmy Setiawan, yang berani menemui massa KSI. “Dari sini terlihat PSSI tak punya nyali menghadapi orang-orang yang berbeda pendapat dengan mereka. Bagaimana mungkin orang-orang seperti itu menjalankan regulasi sepakbola nasional?” sebut Richard.
Di tempat berbeda, rencana suporter PSM melakukan demonstrasi mendukung Nurdin di Makassar pada awal pekan gagal terealisasi. Koordinator demo, Ocha Alim, tak menyebut alasan pembatalan unjuk rasa yang berlawanan arus dengan apa yang diinginkan kelompok suporter lainnya.
Awal Agustus
Sementara itu, tuntutan munaslub ternyata tak hanya datang dari forum Raparda Pengda PSSI Jatim (5/5). Secara terpisah, Ketua Harian Persebaya, Cholid Ghoromah, dengan lantang menuntut munaslub dengan agenda sosialisasi pedoman dasar (PD) dan pergantian ketua umum pada awal Agustus.
Bagi Cholid, dengan status terhukum, Nurdin sudah tak pantas duduk di kursi Ketua Umum PSSI. “Bukan saatnya lagi PSSI mempertahankan sesuatu yang salah. Ini waktunya PSSI membersihkan citranya,” kata Cholid.
Ia juga meminta perombakan tidak hanya terjadi di posisi puncak, tapi juga semua pengurus. Langkah Persebaya juga dilakukan Persis Solo, yang berencana mengirimkan surat permohonan resmi munaslub ke PSSI.
Pengda PSSI Jatim rencananya dalam minggu ini akan mengirimkan surat rekomendasi raparda ke PSSI. Seperti diketahui sebelumnya, forum raparda menghendaki PSSI menggelar munaslub pada awal Agustus. Dari forum itu juga anggota sepakat melarang seorang kriminal menjadi anggota Komite Eksekutif PSSI.
“Saat ini kami sedang menyempurnakan keredaksionalannya tanpa menghilangkan napas-napas hasil raparda,” tutur Agus Raikhani, jubir raparda yang juga Ketua Bidang SDM Pengda PSSI Jatim.
(Ario Yosia/Fahrizal Arnas/Djamaludin)
TUNTUTAN SUPORTER
---------------------------------------
- Penggantian Ketua Umum dan pengurus PSSI dengan orang-orang yang bersih dari kepentingan bisnis dan politik.
- Peningkatan kinerja perwasitan, baik kredibilitas dan moral.
- Format sistem kompetisi yang terprogram dan konsisten.
- Standardisasi pemain asing baik, kualitas teknik maupun mental.
- Peningkatan profesionalisme panpel.
- Pembinaan suporter yang damai, kreatif, atraktif, antianarkisme di atas landasan sportivitas.
- Sistem pembinaan klub yang terencana dan konsisten.
>> Kembali ke Atas
Lape-Tri Angkat Bicara
Konflik antara PSSI dan FIFA yang tak kunjung berakhir disikapi tokoh sepakbola. Di antaranya mantan Ketua Pengda PSSI Sulsel, A.E. Mangindaan atau akrab disapa Lape.
Pria yang beberapa tahun lalu sempat digadang-gadang masuk bursa calon Ketua Umum PSSI itu menginginkan agar Nurdin Halid cs. segera menuruti keinginan FIFA.
“Segera bereskan amandemen pedoman dasar dan lakukan pemilihan ketua umum baru,” ungkapnya.
Lape juga mengimbau klub maupun pengda bersikap aktif untuk meminta PSSI segera menggelar munaslub demi menghindari jatuhnya hukuman. “Mereka jangan tidur. Di tangan merekalah masa depan sepakbola ditentukan. Saya tahu PSSI tengah bekerja menyelesaikan revisi PD, tetapi mereka perlu mematok target waktu. Klub dan pengda harus mendapat kepastian soal itu,” ungkap Lape.
Penekanan sama disampaikan Tri Gustoro. Mantan Sekjen PSSI itu melihat penyelenggaraan munaslub sulit direalisasikan sepanjang anggota tak menyampaikan permintaan secara resmi.
“Saya baca memang ada yang menginginkan digelar munaslub tidak secara formal. Lebih banyak berbicara di media, sementara munaslub bisa digelar setelah ada permintaan formal ke PSSI dan yang meminta pun harus orang yang benar-benar memiliki kapasitas,” tegas Tri. (yos/tgh)
>> Kembali ke Atas
| |
 |

|