 |
Laporan
Michael Dickhaeuser
dari Swiss |
Panzer Percepat Tempo
Euro 2008 akan bergulir di Swiss dan Austria dalam empat pekan ke depan. Dalam wawancara dengan televisi Jerman, ZDF, akhir pekan lalu, Joachim Loew menerangkan mengapa tim Jerman merasa sangat siap.
“Kami sudah memulai persiapan untuk Euro 2008. Intensitas persiapan ini juga hampir sama dengan ketika kami hendak terjun di Piala Dunia lalu. Kami juga sudah menciptakan sebuah filosofi sepakbola baru dan kami punya cara terbaik untuk menunjukkannya,” kata Loew.
Kala itu, di Duetschland 2006, Loew adalah asisten Juergen Klinsmann. Selama menjabat posisi tersebut, ia diberi kepercayaan khusus untuk melatih dan bahkan menyusun taktik. Wajar setelah duduk di Nationalmannschaft Der Panzer, Loew mencatat rekor 15 menang dalam 20 laga.
Pencapaian ini adalah yang terbaik dalam sejarah Jerman. Meski begitu, Loew juga sadar bahwa level Euro akan lebih tinggi dari PD. “Di sini tak ada partai mudah. Sebagai perbandingan, kita melihat enam negara Eropa di perempatfinal. Ini berarti level permainan tim Eropa sangat tinggi," lanjut Loew.
Menyangkut filosofi di atas tadi, maksud Loew adalah berubahnya permainan Jerman dalam setahun terakhir. Tentunya ke arah yang lebih baik. “Kami telah menganalisis permainan, baik secara individual maupun tim secara overall. Di sini kami menemukan bahwa setiap pemain terlalu lama memegang bola.”
Yang masuk kategori terlalu lama di sini adalah 2,8 sampai 3,2 detik. Di mata Loew, ini membuat permainan otomatis berjalan lebih lambat. “Tapi, sekarang kami telah mengubah kebiasaan ini dengan menguranginya menjadi hanya 1,6 detik per pemain,” papar pria berusia 48 tahun ini.
Puncak Zugspitze
Menurut Loew lagi, dengan mempercepat tempo permainan seperti ini, Mario Gomez dkk. bakal menuai keuntungan. Terlebih lagi kekurangan seperti sektor fisik, teknik individual, dan kekuatan mental dalam posisi satu lawan satu yang mudah ditemui sebelumnya sudah jauh membaik.
Dalam kesempatan yang sama, Loew juga menegaskan bahwa dirinya tak akan mengumumkan nominasi skuad Euro di Frankfurt, markas pusat DFB, tapi justru di puncak gunung tertinggi Jerman, Zugspitze, yang memiliki ketinggian 2.962 meter.
“Gunung ini dekat dengan perbatasan Austria. Jika cuaca cerah, kita juga bisa melihat Swiss. Saya pikir keputusan ini baik karena kami dekat dengan kedua negara host,” imbuh Loew, yang akan mengumumkan armada finalnya pada 29 Mei, tenggat waktu dari UEFA.
Der Panzer akan menjalani pemusatan latihan selama 10 hari mulai 19 Mei di Mallorca, Spanyol. Setelah itu, mereka akan bertolak ke Ascona, Swiss, dan terus berada di sana sepanjang Euro. Saat ditanya tentang kans Jerman? Loew menyatakan bahwa ia ingin Jerman menang enam kali. Wah, artinya menjadi juara dong.
>> Kembali ke Atas
Kroasia Tanpa Kejutan
Slaven Bilic menjadi pelatih pertama yang mengumumkan skuad resmi menuju Euro 2008. Meski tenggat dari UEFA masih berjarak sekitar tiga pekan, Bilic mengaku sudah punya gambaran sangat jelas soal kekuatan Kroasia.
Dari 23 pemain yang dipanggil, ditambah dua cadangan, praktis cuma nama Eduardo da Silva yang tak ada. Bomber Arsenal ini terpaksa absen akibat patah kaki. Ironis karena Dudu adalah top scorer Hrvatska selama kualifikasi.
Menurut pengamat lokal, materi yang akan dibawa ke Austria dan Swiss tanpa kejutan, kendati muncul nama Nikola Pokrivac. Gelandang berumur 22 tahun asal klub AS Monaco ini baru pertama kali dipanggil.
Begitu pula tentang keputusan untuk menyertakan dua pemain cadangan, Manuel Pamic dan Anas Sharbini. “Saya memang sengaja memasukkan dua pemain muda ini (Pamic dan Sharbini),” ujar Bilic seperti dikutip dari situs UEFA.
“Pemanggilan ini bukan untuk memberi kesempatan kepada mereka agar nyetel, namun karena mereka masih sangat muda, berkualitas bagus, dan bermain di posisi yang dibutuhkan tim ini,” papar eks bek Everton itu lagi.
Selain mengumumkan skuad, Bilic juga meneken kontrak anyar dengan HNS (persatuan sepakbola Kroasia). Ini berarti durasi Bilic di balik kendali timnas resmi bertambah dua tahun.
“Keputusan ini seharusnya bisa dilakukan enam hingga tiga bulan silam (setelah Kroasia memastikan lolos dengan mendepak Inggris). Tapi, ternyata baru kesampaian sekarang. Kami sangat senang,” ujar Vlatko Markovic, Presiden HNV.
(shr)
>> Kembali ke Atas
|