Pemecatan Pelatih Eredivisie
Atteveld Tumbal Pertama
Performa buruk Roda JC memakan tumbal dengan dipecatnya sang pelatih, Raymond Atteveld. Pria yang memimpin De Limburgers sejak 2 Februari 2007 ini dianggap tak mampu mengangkat performa klub yang terpuruk di peringkat 15 klasemen sementara.
|
|
Raymond Atteveld, dipecat. (Foto: rodajcfans.nl)
|
Padahal di awal musim manajemen klub menargetkan posisi ke-8. Namun, hingga lima pertandingan pertama, Roda masih belum pernah mencicipi aroma kemenangan dan hanya meraup dua poin.
Atteveld juga dianggap gagal menciptakan harmonisasi dalam tim. Metode kepelatihan yang terlalu keras disebut membuat sejumlah pemain tertekan. Kapten tim, Marcel Meeuwis, merupakan salah satu yang sempat menyuarakan ketidakpuasan.
Menariknya, respons yang yang masuk melalui situs resmi klub cukup beragam. Bagi yang sependapat, pemecatan tersebut merupakan keputusan yang tepat. Asisten pelatih, Martin Koopman, juga dianggap akan mampu melakukan perbaikan hingga manajemen berhasil mencari pelatih tetap.
Sementara itu, bagi yang menentang, keputusan ini sangat disayangkan. Atteveld dianggap bukan satu-satunya kambing hitam keterpurukan klub. Kegagalan pemain menciptakan gol adalah faktor lain yang tak kalah besar.
Pendapat ini masuk akal. Torehan dua gol jelas tak menunjukkan kinerja terbaik Andres Oper cs. Tak hanya itu, kinerja Atteveld membawa Roda ke peringkat sembilan musim lalu juga dinilai layak dipertimbangkan.
Yang jelas, Roda harus bisa bangkit dan menata diri. Pasalnya di pekan ke-6, lawan yang cukup berat, Heerenveen, sudah menanti. Peringkat ke-4 klasemen sementara itu jelas akan semaksimal mungkin memanfaatkan kondisi yang ada.
Gelombang pemecatan pelatih telah dimulai. Siapa menyusul? (cw-1)
>> Kembali ke Atas
|