|
|
 |
Home
> EDISI CETAK
IBL Championship Games: SM Britama vs Garuda Bandung
Juara Adalah Sejarah
Rony Gunawan tak bisa dipisah dari final A Mild IBL. Dua kali berurutan center Satria Muda Britama ini menjadi most valuable player (MVP) final. Bagaimana tahun ini?
"Saya tak pernah berpikir jadi MVP. Gelar juara jauh lebih penting," tegas Rony. Satria Muda akan ditantang finalis baru, Garuda Bandung, dalam Championship Games berformat best of five. Dua gim awal akan berlangsung di Britama Arena Sports Mal Kelapa Gading Jakarta, 17-18 Mei.
Tak hanya soal MVP, final kali ini juga sarat dengan sejarah baru. Jika SM mampu mempertahankan gelar, mereka akan tercatat sebagai tim pertama yang mampu tiga kali berturut-turut menjadi juara IBL. Kalau Garuda sukses, tim asal Kota Kembang ini akan menjadi juara baru IBL yang sebelumnya hanya dikuasai SM dan Aspac.
Di atas kertas, SM memang lebih unggul. "Mereka memiliki pemain bagus," kata Denny Sumargo, MVP liga. Denny adalah satu kekuatan Garuda, tapi mantan pemain SM ini tak mau diidentikkan dengan bekas klubnya.
"Saya berterima kasih kepada semua klub yang pernah saya bela, tapi saya tidak identik SM," sebut Denny. Ia mengaku besar di Aspac. "Kali ini saya bersama Garuda. Sejauh ini saya senang bisa memberi kontribusi bagi klub," katanya.
Bagi Denny, pertandingan final bukan merupakan ajang pembuktian. "Saya sudah buktikan dengan menjadi MVP," tuturnya.
Mental
Ia hanya akan berusaha bermain sebaik mungkin dan menularkan mental juara bagi rekan-rekannya.
"Final adalah perang mental. Segalanya bisa terjadi di sini. Jika mental dan rasa percaya diri cukup tinggi, kami yakin bisa bermain maksimal," ujarnya.
Denny sadar meraih gelar juara bukan hal mudah. "Sasarannya memang belum juara. Perlu proses, tapi masuk final sudah menggembirakan," katanya.
Firmansyah, point guard senior Garuda, setuju tapi dengan catatan. "Masuk final sudah sejarah, tapi kalau kami jadi juara anggaplah itu bonusnya," kata Firman.
Firman adalah salah satu guard andalan Garuda. Ia back-up bagi Kelly Purwanto.
"Kelly akan saya matikan," tegas Faisal J. Ahmad, point guard SM. Kelly pun kontan membalas. "Buktikan saja di lapangan. Jangan-jangan saya yang bakal mematikan Faisal," ucap Kelly.
Psy war memang dilakukan saat berlangsung debat dua juara di Senayan Trade Center Jakarta, Rabu. Acara ini adalah formula baru A Mild IBL untuk memanaskan final.
Kedua tim didaulat berada di atas podium melayani pertanyaan empat panelis dan dilanjutkan dengan sesi pertanyaan wartawan.
Empat panelis yang hadir adalah Ketua Umum PB Perbasi, Noviantika Nasution, pengamat basket Toto Sudarsono, mantan pemain nasional Bambang Hermansyah, dan mantan pemain Amran Andi Sinta. "Saya hanya ingin yang terbaik menjadi juara. Mudah-mudahan pertarungan berjalan sengit," kata Noviantika.
Berikan yang terbaik dan menghibur pencinta basket nasional. Buktikan bahwa IBL memang more than just a game.
(Roosyudhi Priyanto)
DATA FINALIS
----------------------------
SATRIA MUDA BRITAMA
Faisal J. Ahmad (180 cm/78 kg) PG
Wendha Wijaya (182 cm/78 kg) PG
Agung Sunarko (177 cm/70 kg) PG
Youbel Sondakh (189 cm/85 kg) SF
Amin Prihantono (189 cm/84 kg) SF
C. Ronaldo Sitepu (198 cm/87 kg) SF
Bobby Junaedi (185 cm/80 kg) SG
Rony Gunawan (193 cm/87 kg) C
Welyanson Situmorang (187 cm/89 kg) PF
Wahyu Widayat Jati (189 cm/87 kg) C
Anangga Kurniawan (196 cm/90 kg) C
Calvin Darmawan (192 cm/87 kg) C
Galank Gunawan (198 cm/90 kg) C
IGN Teguh Putra N. (186 cm/82 kg) F
Manajer : Lucia Rufiana
Pelatih : Fictor G. Roring
Asisten : Patrick Gosal, Dwui Eriano
Advisor : Ocky Tamtelahitu
Trainer : Felix Ari Bayu
GARUDA BANDUNG
Andre Tiara (192 cm/88 kg) F
Cokorda Raka SW (205 cm/95 kg) C
Agustinus D. Sigar (178 cm/72 kg) G
Oktoviano Permata S. (190 cm/85 kg) F
Firmansyah (172 cm/70 kg) PG
Indra Budianto (182 cm/75 kg) G
Teddy Febianto (176 cm/73 kg) G
Gagan Rahmat (188 cm/85 kg) F
Nico Donda F. (186 cm/80 kg) F
Riky Somantri (205 cm/80 kg) C
Chandra Nurhadi (172 cm/75 kg) PG
Kelly Purwanto (180 cm/72 kg) PG
Denny Sumargo (183 cm/85 kg) SG
Komisioner : Syahrizal Affandi
Marketing Director : Dadi Bahtiar
Manajer : Simon D. Pasaribu
Asisten : Slamet Bachtiar
Pelatih : Rastafari Horongbala
Asisten : Johannis Winar
>> Kembali ke Atas
Tepis Rumor
Satria Muda dan Garuda Bukan Satu Pemilik
Simon Daniel Pasaribu, manajer tim Garuda Bandung, menolak mentah-mentah bahwa SM Britama dan Garuda Bandung berada di bawah satu atap kepemilikan.
"Isu itu tak benar. Kami jelas beda pemiliki," kata Simon. Diakuinya, bos SM, Erick Thohir, memberi bantuan saat proses pengambilalihan dari Panasia Indosyntec menjadi Garuda Panasia.
"Pak Erick saat itu menjadi Ketua Umum PB Perbasi. Beliau hanya membantu menghubung Andre Mamuaja dengan Panasia," ceritanya. Andre adalah pemilik Garuda saat ini dan ia memang dikenal bersahabat dengan Erick.
Ia membantah kepindahan sejumlah pemain SM ke ku¬bu Garuda terjadi karena kede¬katan tersebut. "Kami pindah ke Garuda karena profesionalisme. Tawaran mereka cocok, maka kami terima," tuturnya.
Simon sendiri sebelumnya adalah manajer tim Satria Muda Britama ketika menjadi juara tahun 2004.
"Saya jamin tak ada peng¬aturan dalam championship games. Garuda pun ingin jadi juara," tegasnya meyakinkan.
Garuda memang memberi suasana baru dengan sukses menuju final.
"Saya harap keberhasilan Garuda menjadi inspirasi bagi klub lain. Siapa pun bila serius mempersiapkan diri bisa melaju hingga ke final," kata Noviantika Nasution, Ketua Umum PB Perbasi.
"Kami pun percaya penonton akan mendapat suguhan menarik partai final," kata Toni Darusman, Brand Manager A Mild.
Selain partai final, pihaknya juga menyiapkan hiburan bagi para penonton. "Di luar venue kami juga menggelar berbagai permainan," lanjut Toni.
Ia menyebut perhelatan A Mild IBL tahun ini lebih meriah dibanding musim lalu.
Acara di Britama Arena Sports Mal Kelapa Gading, Sabtu dan Minggu, akan digelar pada pukul 14:00 WIB.
Panitia menjuat tiket seharga Rp 20 ribu untuk kelas reguler dan Rp 50 ribu bagi VIP.
Pemesanan dapat dilakukan lewat telepon nomor (021) 2850771 atau (021) 28507726.
(erpe)
>> Kembali ke Atas
| |
 |

|