PRINT EDITION | FORUM DISKUSI | AGENDA | PHOTOFOLIO | EURO 2008
BALAP
BASKET
BULUTANGKIS
OLE! INTERNASIONAL
OLE! NASIONAL
TENIS
TINJU
CABANG LAIN
Home  >  ARIEF KURNIAWAN



F1 Corner
ADU PENALTI
Rabu, 2 Juli 2008 pukul 14:29:5 WIB
   Euro dah selesai. Saya memang terkena imbasnya bikin judul di atas yang memang amat berbau sepakbola. Tetapi F1 belakangan memang seru karena banyak penalti yang menimpa pembalap tertentu, ada yang semestinya ada yang tidak, atau ada yang mestinya kena penalti tapi malah aman-aman saja.

Kalau boleh flashback ke belakang, GP Monako, mestinya Kimi Raikkonen bisa dikenai hukuman mundur 10 posisi start untuk seri berikutnya, GP Kanada. Tapi karena dianggap bukan kesalahan murni, tak sengaja, Kimi pun luput dari hukuman. Tentu masih sama-sama kita ingat betapa 'spektakulernya' Kimi menabrak Adrian Sutil di Monte Carlo. Padahal Sutil waktu itu berkesempatan mendapatkan poin bersejarah baginya dan juga bagi Force India (4 poin hasil finis, mestinya, kelima). Saya gak tahu apakah seluruh India bakal marah pada Kimi, tapi yang pasti mereka gagal dapat poin yang mungkin tak akan pernah kembali mereka dapatkan.

Kimi tak perlu mundur 10 grid, tapi ia tampaknya mendapatkan karmanya di Kanada. Lewis Hamilton, di pit lane exit, menabraknya saat menanti keluar pit. Lewis jelas salah karena Kimi, dan juga Robert Kubica, sedang sama-sama menanti lampu hijau (lampu masih merah) tanda pembalap baru boleh keluar pit. Namun Lewis, yang pastinya juga tak sengaja (mana ada toh tabrakan yang benar-benar diniatkan sengaja?), malah menghantamnya. Hebatnya, di antara Kimi dan Kubica yang sejajar, kok ya Lewis milih Kimi??? Dari sisi persaingan, Lewis benar 'memilih' Kimi. Karena saat itu Kimi sedang kencang-kencangnya dan mungkin akan memenangi lomba di Montreal itu. Lewis mengaku salah dan ia menerima dengan setengah hati penalti yang mengharuskannya mundur 10 grid di GP Prancis. Setengah hati yang lain adalah, ini sentimen dari McLaren, ya soal Kimi di Monte Carlo itu. Kalau Kimi tidak dihukum, kenapa Lewis dipenalti? Menurut saya, ini memang ganjil. Selain Hamilton, Nico Rosberg mendapat hukuman serupa akibat tabrakan di tempat dan waktu yang nyaris bersamaan.

Sekarang kita ke Magny-Cours di Prancis. Lewis dapat grid 3 dan karena harus mundur 10 grid, maka ia start dari posisi 13. Dengan bahan bakar tak banyak dan ban soft, ia jelas bernafsu untuk masuk 8 atau 6 besar secepatnya walau itu sulit. Tapi sayang, ketika nafsu sedang besar-besarnya di saat ia sudah berhasil menyusul Nelsinho Piquet di tikungan 7 ia malah kemudian memotong chicane (tikungan S) dan mengambil jalan pintas yang membuatnya tak kehilangan kendali. Lewis kena drive through penalti karena memotong chicane itu. Itu penalti normal kalau pembalap dianggap mengambil keuntungan (baca: menyusul) di sana. Ia bisa tidak kena drive through penalti bila selepas mengambil keuntungan itu ia kembali memberikan posisinya kepada pembalap yang baru saja disusul. Tapi, dari tayangan ulang terlihat bahwa sebelum tikungan itu Hamilton sudah berhasil menyusul Piquet. Baru setelah itu ia lepas kendali dan memotong chicane bukan pada jalur lomba (racing line). Ketika memotong chicane itu jelas ia tidak mengambil keuntungan apa pun karena toh ia sudah berhasil menyusul Piquet sebelumnya. Tapi steward menganggap lain. Hamilton dianggap masih berada pada kecepatan dan kesempatan menyusul Piquet. Hamilton dianggap tak bisa memenuhi keharusan berlaga di jalur lomba. Dan karena Hamilton pun tidak memberikan posisi kepada Piquet setelah itu, maka ia dianggap benar-benar melanggar dan layak dipenalti. Double penalti buat Lewis.

Penalti yang menimpa Kimi dan Lewis, atau juga Felipe Massa dan Heikki Kovalainen serta Robert Kubica, akan menarik karena mereka berpeluang menghiasi perjalanan juara dunia musim ini. Kita kembali ke Kimi. Kerusakan komponen yang menghantam knalpotnya jelas merusak sebagian komponen lain yang mengarah ke bagian mesin. Sebenarnya mesin yang dipakai Kimi di GP Prancis baru dipakai 1 GP dari keharusan 2. Jadi Kimi mestinya harus memakai mesin itu lagi. Bila mengacu pada regulasi 2007 dan juga 2008, bila ingin mengganti mesin maka posisi start Kimi harus mundur 10 grid dari apa yang dicapainya di babak kualifikasi. Namun Kimi tampaknya masih punya rejeki bagus. Pada 2008 ini regulasi menyatakan setiap pembalap boleh tak terkena penalti mundur 10 grid walau mengganti mesin. Dengan catatan, itu hanya sekali dilakukan sepanjang tahun. Nah, opsi itulah yang bakal dimanfaatkan oleh Ferrari. Kimi pun bisa start dari posisi normal di GP Inggris akhir pekan ini. Dan itu jelas menguntungkan karena persaingan kian memanas dengan McLaren dan juga BMW. Memang Silverstone sampai saat ini masih dilihat sebagai 'sirkuit Ferrari' karena kecocokan karakter sirkuit dan paket aero F2008. Melihat betapa cepatnya mereka di Magny-Cours memang sepertinya Kimi dan Massa akan finis 1-2 lagi di Silverstone. Kalaupun McLaren bakal mencuri perhatian itu paling di babak kualifikasi, di mana Hamilton bisa menempati pole. Tapi memasuki lomba, saya kok mengkalkulasi Ferrari akan menang lagi. Kemenangan Ferrari bukan berarti mengecilkan para pesaing lain. Ini murni perhitungan teknis di mana Silverstone akan memfotokopi siapa pemenang GP Spanyol yang memang punya kemiripan karakter sirkuit terhadap mobil.

Terlepas dari itu, F1 musim ini punya 4 pimpinan klasemen pembalap berbeda. Sempat Hamilton, Kimi, Kubica, dan kini Massa. Kali terakhir terjadi itu pada 1987 (Prost, Mansell, Senna and Piquet). Rasanya kondisi ini akan bertahan hingga akhir musim karena saya belum melihat pembalap kelima yang bisa menyodok ke permukaan. Bisa sih bisa, asal syaratnya 4 pembalap teratas ini semua kena....penalti...pada 4-5 GP berurutan. Adu penalti lagi deh.

Arief Kurniawan
SPORTS NEWS

Piala Kremlin
DOMINASI RATU TUAN RUMAH

Seputar Serie A
SPALLETTI BUTUH MALAIKAT TOTTI

Pra-musim NBA
CLIPPERS PECUNDANGI LAKERS

Jelang Inggris vs Kazakhstan
INGGRIS TANPA SANG JENDERAL

Jelang Kualifikasi PD 2010
AMBISI MONTOLIVO

Seputar Serie A
EMERSON DUKUNG KEPUTUSAN DINHO

Pasca Beristirahat 3 Pekan
FEDERER KEMBALI DI MADRID

Tingginya Gaji Pemain
CARRAGHER & PLATINI DUKUNG SALARY CAP

Jelang Kualifikasi PD 2010
ADRIANO JURU GEDOR BRASIL

Seputar Serie A
ZLATAN PUJI MOURINHO

ARSIP

Round 3 - 6/4/2008 - Sirkuit Sakhir, Bahrain
PRE-SAKHIR: MANFAAT TES

Round 2 - 23/03/2008 - Sirkuit Sepang, Malaysia
POST-SEPANG: BERITA BARU

Round 2 - 23/03/2008 - Sirkuit Sepang, Malaysia
PRE-SEPANG: BERKACA DARI MELBOURNE

Round 1 - 16/03/2008 - Sirkuit Albert Park, Australia.
PRE-MELBOURNE: MEMBURU KIMI & FERRARI

Round 15 - 10/09/2006 - Italia, Monza
POST-MONZA: JANGAN SEDIH

Berita Lainnya ...

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC