PRINT EDITION | FORUM | AGENDA | PHOTOFOLIO
BALAP
BASKET
BULUTANGKIS
OLE! INTERNASIONAL
OLE! NASIONAL
TENIS
TINJU
CABANG LAIN
Home  >  ARIEF KURNIAWAN



Round 3 - 6/4/2008 - Sirkuit Sakhir, Bahrain
PRE-SAKHIR: MANFAAT TES
Kamis, 3 April 2008 pukul 10:56:5 WIB
   Sunday 06.04.08
Race Start: 18.30 WIB
Sakhir: 5,412 km
Distance: 57 lap (308,238 km)

Kalau Ferrari tidak menang juga di Bahrain, pasti ada something wrong pada mereka. Bagaimana tidak, mereka satu-satunya tim top yang melakukan tes pramusim di sirkuit itu. Yang menemani hanya Toyota, yang dari sisi apa pun sulit bersaing untuk memburu gelar juara. McLaren berkilah mereka tak ikut-ikutan tes di Bahrain karena sudah punya cukup data dari tahun lalu.

Hasil tes Ferrari di Sakhir tak sembarangan. Kimi waktu itu bisa membuat waktu 2 detik lebih cepat dari lap time kualifikasi 2007. Inilah yang menguatkan para pengamat bahwa sasis F2008 memang luar biasa. Race di Sepang hanya bukti awal bahwa kerja keras Ferrari bakal berbuah dahsyat.

Khusus bagi Kimi, ia belum pernah menang di Bahrain. Di F1 biasanya tabu berlaku cukup lama sebelum akhirnya terhapus. Seorang Michael Schumacher pun dulu pernah punya tabu serupa di Sirkuit A1-Ring di Austria, sebelum akhirnya terhapus setelah lebih dari 10 tahun ia berkiprah di F-1. Apakah tabu buat Kimi berlanjut? Kalaupun harus ya, saya pikir faktornya bisa jadi bad luck, bisa karena tabrakan atau engine trouble. Secara teknis membalap dan kekuatan paket mobil, Kimi semestinya bisa menghapus tabu di Sakhir akhir pekan ini.

Dari 4 kali F1 digelar di Sakhir, Ferrari dan Renault berbagi rata dua kemenangan. McLaren belum pernah sekali pun menang di sana. Walau data dan sejarah tak selamanya bisa dijadikan pegangan, namun tetap saja Ferrari adalah favorit menang tahun ini.

SAKHIR
Sirkuit di tengah gurun pasir ini secara aerodinamika tak beda jauh dengan Melbourne dan Sepang, masuk kategori medium. Bedanya, tikungan cepat nyaris tak ada di Sakhir, tidak seperti Sepang yang punya tikungan 3, 5-6, dan 7-8 sebagai fast corners. Sebaliknya, Sakhir punya tiga trek lurus yang malah bakal menghantam rem. Prosesnya, setelah digas pol mobil dipaksa mengerem dengan keras karena tikungan yang ada tergolong menengah atau lambat. Karena karakter ini pulalah, Sakhir menjadi trek yang kejam untuk rem.

Pasir menjadi kendala utama di Sakhir. Setelah dipakai seharian trek bisa saja langsung "bersih" walau dengan catatan tak ada angin besar. Tapi keesokan harinya trek bisa langsung menjadi kotor lagi dengan pasir-pasir itu. Saat ini setiap mobil sudah punya filter khusus agar pasir-pasir itu tak mengganggu kerja komponen-komponen. Beberapa komponen yang perlu dilindungi adalah radiator dan rem.

Menyambung karakter ini, ketiadaan traction control (TC) juga bisa menjebak para pembalap untuk berbuat kesalahan. Kenapa? Karena traction amat dibutuhkan di Sakhir menyusul banyak lintasan cepat yang diikuti oleh pengereman tajam di tikungan. Soal TC-less, sorotan tentu layak ditujukan ke Felipe Massa. Sudah dua seri dia berbuat kesalahan, yang walaupun tak terakui sebagai akibat ketiadaan TC, tapi gejalanya menampakkan hal itu. Nah kalau sampai di Bahrain ini dia berbuat kesalahan lagi, dengan segala jebakannya, bisa jadi dia sudah langsung men-declare, goodbye world title. Schumacher sendiri sudah bilang mantan rekan setimnya itu tak boleh lagi berbuat kesalahan. Semua "izin" berbuat salah telah habis, jadi no more mistake kalau masih ingin bersaing menjadi juara dunia.

BAN
Ban mesti disorot karena Bridgestone membawa ban soft dan medium ke Sakhir, tidak seperti tahun lalu di mana mereka membawa ban medium dan hard. Hasil tes dan cuaca yang kemungkinan besar tak sepanas di Sepang memaksa ban Jepang ini mengubah haluan. Makanya, kata mereka, tim yang tak ikut tes di Sakhir akan mengalami kerugian karena jenis ban yang dipakai berbeda.
Fakta dari Bridgestone ini menguatkan bahwa teknologi ban di F1 memang sedemikian pesat berkembang. Ban yang dulu cepat aus tapi cepat kini bisa di-delay tingkat keausannya walau tingkat kecepatannya tidak berkurang. Satu lagi, Bridgestone juga yakin bahwa ban mereka tak akan cepat aus, lagi-lagi ini menyangkut TC. Sirkuit-sirkuit yang banyak memiliki slow corner adalah sekaligus banyak butuh TC. Ban dipastikan akan cepat terpakai, terutama ban belakang.

KUALIFIKASI
Gara-gara kasus "menghalang-halangi" yang dilakukan oleh duet McLaren terhadap Nick Heidfeld dan Fernando Alonso di Sepang, FIA berniat mengamandemen kualifikasi. Waktu di Sepang itu sebenarnya bukan hanya Lewis Hamilton dan Heikki Kovalainen yang memperlambat laju mobil mereka, tapi juga semua pembalap. Tujuannya, mengirit bahan bakar. Tapi, Hamilton dan Kovalainen melambatkan mobil mereka di racing line dan jelas itu menghalangi siapa pun yang masih melakukan flying lap. Hukumannya jelas, mundur 5 grid.

Nah, untuk menghindari kejadian serupa terulang, FIA menetapkan semua lap yang dibuat saat kualifikasi 3 (Q3) itu harus paling lambat 120% dari waktu pole position. Kalau kita ambil contoh hasil kualifikasi GP Bahrain tahun lalu. Felipe Massa menempati pole dengan catatan 1:32,652. Berarti setiap pembalap tak boleh mencatat waktu dalam setiap lap mereka di Q3 lebih lambat dari 120% dari 1:32,652 atau 1:51,182. Dengan demikian, slowing down lap setelah masing-masing menyelesaikan Q3 tetap saja tergolong cepat.

Arief Kurniawan
SPORTS NEWS

Liga Media 2008
TV ONE TUNDUKAN KOMPAS

Liga Medco U-15
SUMBAR TERTAHAN

Semifinal Play-Off NBA
CELTICS DAN LAKERS BUKA PELUANG

Final Piala UEFA
ZENIT TUNTASKAN RANGERS

LIGA MEDCO U-15
JABAR LOLOS PERTAMA

PSMS
AYAM KINANTAN MASIH BERKOKOK

Liga Medco U-15
JATENG MEMBURU KALBAR

Piala Medco U-15
JATENG OPTIMISTIS

PSMS
MULAI MENATA DIRI

Persib
JAIRON MERAGUKAN

ARSIP

Round 14 - 27/08/2006 - Turki, Istanbul
PRE-ISTANBUL: HIDUP LAGI

Round 13 - 06/08/2006 - Hungary, Hungaroring
PRE-HUNGARORING: BERJUDI

Round 8 – 11/06/2006 Great Britain, Silverstone
PRE-SILVERSTONE: DEMAM

Round 7 – 28/05/2006 Monaco, Monte Carlo
POST-MONTE CARLO: KEJUJURAN

Round 7 – 28/05/2006 Monaco, Monte Carlo
PRE-MONTE CARLO: IMBANG

Berita Lainnya ...

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC