|
|
 |
Home
>
ARIEF KURNIAWAN
Round 1 - 16/03/2008 - Sirkuit Albert Park, Australia. PRE-MELBOURNE: MEMBURU KIMI & FERRARI Kamis, 13 Maret 2008 pukul 11:47:36 WIB Seperti apa Anda menunggu musim F1 2008? Tak sabar, itu kayaknya sama dengan banyak orang, saya pun begitu. Tapi menurut saya, F1 musim ini akan kian lebih bergairah, kian mengukuhkan diri bahwa sepeninggal Michael Schumacher pun lomba tetap punya gereget. Kita 'bedah rumah' satu per satu jalan menuju tahta Kimi dan Ferrari.
Overall
Stabilitas akan menjadi kunci Ferrari dan McLaren langsung mengambil alih peta persaingan sejak awal. Ferrari, walau ditinggal Jean Todt sebagai bos tim, tapi sudah berhasil menyelesaikan segala pekerjaan rumah yang pada 2007 nyaris membuat mereka gagal meraih gelar ganda. PR terbesar adalah ketidakmampuan mobil melibas kerb di tikungan-tikungan tajam. Jangan salah, di F1 itu keuntungan justru didapat di tikungan, bukan melulu di trek lurus. Logikanya, kalau di setiap tikungan mobil bisa lebih cepat 0,1 sampai 0,2 detik kalikan itu dengan jumlah tikungan satu lap, kalikan lagi dengan jumlah lap yang dilombakan. Sementara itu, trek lurus biasanya hanya 1 di setiap sirkuit dan tak terlalu signifikan untuk mendapatkan lap time.
Nah tahun lalu Ferrari kedodoran di Monte Carlo, Monza, Kanada, Hungaroring, dan beberapa trek dengan tikungan ketat dan memiliki kerb tinggi. Tahun ini PR itu, mereka akui, sudah diselesaikan. Hasil tes memang membuktikan itu, tinggal pembuktian saat bertarung betulan dengan 20 mobil lain.
Perubahan struktur organisasi menjadi 'lebih Italia' juga tampaknya akan berjalan mulus. Pemicunya apalagi kalau bukan kasus spionase tahun lalu. Mereka jadi lebih terpadu, menyatu, tetap bekerja keras, tapi tetap penuh hati-hati dengan orang-orang dalam. Kimi pun diyakini sudah lebih menyatu, baik dari sisi teknis maupun nonteknis dengan kubu Kuda Jingkrak ini. Secara psikologis, The Iceman sudah terlepas dari beban keharusan jadi juara dunia. Kalau dia lebih 'edan' dari 2007, itu bisa dimaklumi.
McLaren boleh lega karena FIA tidak akan terus menginspeksi mobil mereka. Mereka telah sadar dan mengaku salah pada FIA, bahwa mereka memiliki dokumen rahasia Ferrari. Tapi, mereka bersumpah tidak menggunakan data itu untuk mobil mereka tahun ini, MP4-23. FIA pun berjanji tak akan menginspeksi MP4-23. Soalnya, kalau ternyata FIA tetap menginspeksi dan ditemukan, sekecil apa pun, data Ferrari terpakai di MP4-23, McLaren dipastikan di-ban dari F1 pada 2008 dan 2009. Rugi bukan?
Nah, kelegaan inilah yang akan membuat McLaren bisa ngotot mengejar Ferrari. Mereka geregetan karena tahun lalu gelar dunia konstruktor 'diambil paksa' oleh FIA dan 'diserahkan' ke Ferrari, akibat kasus spionase itu. Kalau normal, McLaren tahun lalu punya 208 poin, Ferrari 204. Gara2 denda 100juta dolar AS plus penghapusan poin konstruktor, gelar itu pun lenyap. Tambahan lagi, Lewis Hamilton gagal jadi juara justru pada seri terakhir yang dramatis itu. Mereka tak mau lagi gagal. Kalau bisa merebut dua gelar juara, kenapa tidak?
Bedanya, McLaren kehilangan sang pembangun tim, Fernando Alonso. Diakui atau tidak, mobil McLaren tahun lalu, MP4-22, bisa cepat adalah karena ada andil Alonso di sana. Dengan technical feedback yang bagus, Alonso bisa mengerti bagaimana mobil dikembangkan. McLaren yang tak pernah menang lomba pada 2006 toh bisa merajai 8 GP musim lalu. Justru tahun ini tantangan ada pada Hamilton. Bisakah dia memberikan technical feedback sebaik Alonso, terutama bila musim telah memasuki masa krusial di mana development amat dibutuhkan, yakni setengah musim terakhir. Heikki Kovalainen jelas bagus, darah Finlandianya bakal keluar. Bila Mika Hakkinen sukses di McLaren, tapi Kimi gagal, apakah kini giliran Kovalainen sukses mengikuti putaran nasib?
Setelah dua tim ini, saya pikir Renault (dengan Alonso-nya tentu) akan menjadi tim terbaik ketiga, dan Williams, BMW, Red Bull, serta Toyota berebut menjadi tim keempat terbaik. Khusus bagi Alonso, dia bukannya tak berprospek jadi juara dunia. Motivasinya sih tak diragukan, apalagi friksi diperkirakan tak akan terjadi lagi seperti di McLaren. Yang menjadi kendala adalah mobilnya, Renault, yang dari tes benar-benar tak memberikan perlawanan. Cepat tidak, reliable pun belum teruji. Tapi kalau balapan di trek-trek yang tak mengandalkan kekuatan mobil, seperti Monte Carlo dan Hungaroring, mungkin saja Alonso mencuri perhatian. Pun kalau hujan.
Melbourne
Ini balapan F1 ke-13 di Melbourne. Walau di F1 tak ada nomor 13, tapi tak ada yang mau percaya bahwa gara-gara angka yang katanya sial itu Bernie Ecclestone, bos F1, bakal mencabut hak ibu kota negara bagian Victoria ini sebagai penyelenggara balapan maut tersebut. Melbourne tetap punya daya pikat sendiri setiap bulan Maret F1 digelar di sana.
Dari sejarahnya, Ferrari kerap bagus di sirkuit berkarakter medium tersebut. Tahun lalu Kimi menang dengan mudah. Namun dalam perjalanan berikut, F2007 yang digebernya mengalami kesulitan, juga di tangan Massa. Ini membuktikan bahwa, walau dalam kondisi tak 100% prima untuk segala kondisi saja, Ferrari tetap kuat di Melbourne. Dari 12 balapan sebelumnya di Albert Park, Ferrari menyabet setengahnya, dari jaman mesin 3 liter V10 sampai 2.400 cc V8 tahun lalu.
Dengan persiapan yang amat matang pada tes pramusim lalu, Ferrari juga terlihat bakal menang lagi di sini. Kalau mereka menyembunyikan kekuatan pada tes terakhir di Barcelona, malah mungkin akan terjadi finis 1-2 buat mereka, entah Kimi atau Massa yang menang. Maklum saat tes di Barcelona itu McLaren justru yang dominan dan Ferrari tampak low profile, karena seperti sudah menemukan form ketika menggelar tes di Bahrain. Tapi Lewis Hamilton bilang, justru dia yakin bisa mengalahkan Ferrari berbekal tes di Barcelona itu. Tinggal kita lihat, 'siapa menipu siapa' di Barcelona itu, berkaca dari hasil lomba (normal, tanpa hujan) hari Minggu ini.
Melbourne juga penuh jebakan dengan tikungan2 yang ada di sana. Dengan Traction Control (TC) saja pada musim2 sebelum ini banyak mobil melintir apalagi tanpa TC (lihat Regulasi Baru). Nah 'jebakan setan' inilah yang saya prediksi akan membuat lomba akan diganggu Safety Car, bisa sekali bisa juga lebih, karena banyak sekali kecelakaan tunggal maupun berjamaah akibat keteledoran pembalap berlaga tanpa TC.
REGULASI BARU
Girboks
Girboks jadi sorotan utama. Bila selama ini kita mengenal 1 mesin untuk 2 lomba, maka tahun ini bertambah dengan 'pendamping setia'-nya, girboks. Girboks mesti dipakai pada 4 GP berurutan. Kalau gagal terpenuhi, pembalap ybs bakal dikenai penalti mundur 5 posisi start. Tapi kalau seorang pembalap berstatus DNF (tidak menyelesaikan lomba), maka dia tidak dikenai penalti itu.
Penggantian Mesin
Tahun 2007 setiap penggantian mesin pada free practice atau kualifikasi dikenai penalti. Kalau karena suatu hal mesin diganti sebelum kualifikasi, maka hukumannya adalah mundur 10 grid. Sedangkan kalau diganti setelah kualifikasi adalah start dari posisi paling belakang.
Namun tahun ini setiap pembalap diberi kelonggaran sekali bebas ganti mesin per tahun. Syaratnya, itu tak boleh terjadi pada seri terakhir. Kalau terjadi di GP Brasil itu, tetap saja hukuman diberikan.
Traction Control (TC) dan Launch Control (LC)
TC, sistem yang bisa mencegah roda belakang spin bila pembalap membebankan terlalu banyak power di sana, dilarang. TC biasanya berguna bila mobil akan melintir saat menikung dan langsung menetralisirnya. Sebagai pengganti, skill pembalap jadi andalan. Tanpa TC, keberanian melibas tikungan tikungan benar2 teruji, sehingga diharapkan aksi menyusul lebih banyak terlihat.
LC berguna saat start dan sekali lagi insting pembalap amat dominan sesaat sebelum lima pasang lampu padam sebelum start.
ECU (Electronic Control Units)
Mulai tahun ini semua ECU harus standar dan seragam. FIA telah menyerahkan standardisasi alat ini kepada McLaren. Apakah McLaren diuntungkan? Tidak juga, karena penggunaannya justru dipantau langsung oleh FIA. Dan salah satu tujuan penyeragaman ini adalah kemudahan bagi FIA untuk memantau performa mobil. Kecurangan bisa dideteksi sejak dini.
Babak Kualifikasi
Masih tetap ada tiga babak, Q1, Q2, dan Q3. Bedanya, Q1 ditambah dari 15 menjadi 20 menit, Q2 tetap 15 menit, dan Q3 dikurangi dari 15 menit menjadi hanya 10 menit. Q1 rontok 6 pembalap (menempati grid 17-22), Q2 juga 6 (grid 11-16), dan sisanya 10 pembalap berlaga di Q1 untuk grid 1-10. Beda lagi di Q3 adalah bila dulu sebelum sesi itu mobil diisi bahan bakar untuk start hingga pit stop 1, lalu dipakai beberapa lap dengan istilah fuel-burning, dan setelah selesai Q3 diisi lagi sesuai jumlah sebelum Q3 dilakukan, kini tidak seperti itu lagi. Tahun ini, begitu selesai Q3 tak ada lagi penambahan bahan bakar. Jadi setiap pembalap akan start dengan jumlah bahan bakar yang ada di mobilnya setelah sesi Q3 berakhir. Dengan waktu yang diperpendek, dari 15 ke 10 menit, bisa dipastikan Q3 akan lebih seru, parade mobil seperti tahun lalu pada masa fuel-burning, hanya sebentar terlihat. Konsekuensi lain, lap time kualifikasi akan lebih lambat, itu karena bahan bakar yang ada di mobil dipastikan lebih banyak karena jumlah itulah yang harus mereka bawa dari start hingga pit stop pertama keesokan harinya.
New Series
Valencia dan Singapura datang dan langsung menantang Monte Carlo. Kedua sirkuit ini akan menggelar GP di jalan raya. Khusus bagi Singapura, mereka bahkan akan menjadi negara pertama yang menggelar F1 di malam hari. Yang membedakan mereka dari Monako adalah jarak lomba tak diistimewakan. Jarak lomba di F1 adalah plus-minus 310 km. Di Monako hanya 260 km karena bila dipaksakan sampai menembus 310 km, ditakutkan balapannya lebih dari 2 jam, batas maksimal lomba F1 dari sisi waktu. Trek Monte Carlo yang terlalu sempit dan berliku membuat balapan di negeri kasino itu mendapat kekhususan.
Valencia bakal menggelar GP Eropa dan Spanyol jadi satu2nya negara yang punya 2 GP tahun ini dengan satu lagi GP Spanyol di Catalunya. Balapan di Valencia bakal berlangsung 57 lap atau 310,080 km secara total. Singapura juga sama, walau menggelar GP di jalan raya jarak lomba adalah 309,087 km (61 lap). Dari data ini berarti lebar sirkuit di Valencia dan Singapura tak beda jauh dengan di sirkuit-sirkuit permanen lain, termasuk juga karakternya. Mereka memang berusaha ekstra keras untuk mewujudkan mimpi jalan raya di sana seolah-olah sirkuit permanen betulan. Lalu, selain malam hari, Singapura juga memiliki trek yang arahnya berlawanan dengan jarum jam, menemani yang sudah ada, Istanbul (Turki) dan Interlagos (Brasil).
Rookies
Saya yakin Nelson Piquet Jr. akan menjadi rookie of the year. Bersama Renault adalah keuntungan utama pembalap Brasil ini. Selain itu Piquet Jr. juga sudah berkali-kali jadi test driver F1, untuk tim berbeda pula. Dua rookie lain, Kazuki Nakajima dan Sebastien Bourdais, tak mendapatkan mobil yang setimpal dengan Piquet Jr. Bourdais, biar kata adalah juara Champ Cars empat musim berurutan sejak 2004, tetap saja bakal kesulitan di F1. Apalagi dia hanya membela tim 'kemarin sore', Toro Rosso. Nakajima amat cepat saat tes bersama Williams, namun ada sejuta 'kebohongan' ketika tes dilakukan. Bisa bahan bakar dibuat sedikit, bisa putaran mesin dinaikkan, bisa pakai ban baru. Semua demi menarik sponsor at the last minute, tak peduli itu dilakukan oleh tim sekelas Williams yang sudah jadi juara dunia konstruktor 9 kali. Arief Kurniawan |
|
 |

|