PRINT EDITION | FORUM | AGENDA | PHOTOFOLIO
BALAP
BASKET
BULUTANGKIS
OLE! INTERNASIONAL
OLE! NASIONAL
TENIS
TINJU
CABANG LAIN
Home  >  ARIEF KURNIAWAN



Round 14 - 27/08/2006 - Turki, Istanbul
PRE-ISTANBUL: HIDUP LAGI
Kamis, 24 Agustus 2006 pukul 11:5:55 WIB
   ROUND 14 - 27/08/2006 - TURKEY, ISTANBUL -- anti-clockwise
Circuit length: 5,338 km
Race distance: 58 laps (309,356 km)
Qualifying: 18.00 WIB --- live Global/Star Sports
Start: 19.00 WIB --- live Global/Star Sports

F-1 hidup lagi. Sebenarnya break 3 minggu ada 3 kali di season F-1 2006. Pertama dari GP Aussie ke San Marino, kedua dari Hongaria ke Turki, dan terakhir dari Italia ke Cina. Bedanya, di break pertama dan terakhir boleh ada tes di antara gap 21 hari itu. Nah, di break kedua yang sebenarnya krusial dalam perjalanan musim dan bisa jadi menentukan hasil akhir championship, tak boleh ada tes sama sekali. Trend sebelum break di tengah inilah yang biasanya menjadi patokan sisa musim.

Bicara trend, Schumi jelas bisa mengungguli Alonso. Di 4 seri sebelum Istanbul, dia memotong keunggulan Alonso sebanyak 15 poin, dari 25 menjadi 10. Bila trend itu berlanjut, maka dia akan memimpin klasemen menjelang seri terakhir di Brasil. Tapi F-1 tak semudah perkiraan di atas kertas. Keunggulan Schumi di 4 seri terakhir terletak pada ban Bridgestone dan tentu saja sasis 248 F1 yang kompetitif. Sebaliknya, Alonso terkendala pada terlenanya Michelin dan sekali salah pasang suspensi belakang. Mass damper yang secara resmi telah dinyatakan ilegal oleh Pengadilan Banding FIA tampaknya tak akan berpengaruh banyak terhadap penampilan Alonso dan Renault, mengingat dengan alat ini mereka pernah berjaya, sekaligus pernah pula keok.

Kalau tidak hujan, Istanbul pasti akan lebih menguntungkan Schumi. Patokannya adalah hasil balapan sebelum Hungaroring. Bahkan bila melihat hasil kualifikasi Hungaroring di mana trek kering, Schumi bisa 0,3 sampai 0,5 detik per lap lebih cepat dibanding Alonso. Ini membuktikan betapa dahsyatnya kekuatan Schumi-Ferrari-Bridgestone bila hari Minggu lomba tak diguyur hujan. Tapi kemudian, dengan fakta tak boleh ada tes selama tiga pekan terakhir untuk pengembangan, bisa jadi mobil akan berlaku statis selepas Hungaroring. Pengembangan yang mereka lakukan di pabrik sifatnya bersifat on paper, belum terbukti di atas trek.
Bila Renault dan Michelin berjalan seirama dalam mengembangkan mobil mereka, mestinya di Istanbul mereka akan berjaya. Trek ini punya kemiripan dengan Catalunya dan Silverstone, di mana lay-out membuat mobil harus punya aero bagus. Bedanya, Istanbul anti-clockwise. Kalau di Catalunya dan Silverstone Alonso bisa mempermainkan lawan2, termasuk Schumi, di Istanbul juga mestinya begitu. Tapi pengembangan Michelin yang tak sedahsyat Bridgestone setelah itu membuat Renault dan Alonso kedodoran. Kans Alonso menang di Istanbul dengan sendirinya di atas kertas tak sebesar Schumi. Fakta terbaru tentang mass damper ikut memberi andil kalau Alonso dan Renault akan bekerja keras akhir pekan ini.

ILLEGAL MASS DAMPER
Sidang banding soal mass damper, tepatnya Tuned Mass Damper (TMD), memastikan alat ini ilegal. FIA membanding keputusan Steward GP Jerman yang sempat membolehkan TMD dipasang di mobil Renault, lewat mobil cadangan. FIA berketetapan TMD memiliki dampak aerodinamika, jadi tak boleh bergerak fleksibel sesuai Regulasi Teknis F-1 (di mana TMD dalam fungsinya justru memiliki gerakan). Kubu Renault mengakui bahwa TMD memang memiliki dampak aero, walau kecil dan dianggap tak signifikan. Menurut Renault, TMD lebih pada mengontrol getaran mobil untuk senantiasa mendapatkan grip optimal di area tertentu dari bagian trek. Secara garis besar, atas dasar inilah sidang banding memutuskan TMD ilegal, karena Renault mengakui ada dampak aero walau kecil dan tak signifikan. Sasis R26 yang dirancang dengan menggunakan TMD dipastikan akan sedikit mengalami "gangguan" sampai Renault menemukan solusi. Hasil2 di mana TMD digunakan, yakni sejak akhir musim 2005 dan sepanjang 2006 sampai sebelum GP Jerman, dianggap tetap sah, karena FIA baru memperkarakan kasus ini di GP Jerman 2006.

ISTANBUL PARK
Trek yang baru akan dipakai untuk kali kedua di F-1. Soal melawan arah jarum jam sih gak masalah buat para pembalap, tapi tantangan terberat di Tikungan 8 yang bakal menghadirkan keletihan tiada tara. Leher pembalap dituntut lebih dari biasanya ketika melintas di sana. Selain arahnya yang ke kiri, mengikuti irama anti-clockwise, lengkungan Tikungan 8 yang cepat ini lumayan panjang. Di tikungan ini para pembalap terhantam G-Force 4G selama sekitar 6-8 detik yang pasti akan menjadi nightmare bila dikalikan 58 lap lomba. Ditambah bagian trek lain yang up dan downhill, tantangan Istanbul makin terasa plus chicane ketat. Aspal di trek ini padat dan mulus, maklum masih lumayan baru. Logikanya ban yang dipakai adalah lebih ke soft untuk mendapat grip maksimal, tapi habit sasis mobil ikut mempengaruhi pemilihan ban.
Beberapa tikungan di sini blind, bukan dalam artian trek ini baru, tapi memang tak terlihat sebelum benar-benar mobil membelok. Lebar trek memang enak buat menyusul dan atau memilih racing line, tapi lebar trek itu juga yang bisa menjebak. Ingat kasus Montoya yang terjebak kondisi ini di lap-lap akhir lomba tahun lalu. Tanpa tekanan harus mendapat poin sebanyak-banyaknya saja Istanbul Park sudah akan menguras energi dan pikiran, apalagi buat Alonso dan Schumi.

TYRE WAR
Michelin (Renault, McLaren, Honda, Red Bull, BMW, Toro Rosso)
Bridgestone (Ferrari, Toyota, Williams, Midland, Super Aguri)
Michelin medium-hard, Bridgestone medium-soft. Menarik mencermati pilihan bertolak belakang yang secara resmi sudah diumumkan oleh kedua kubu. Michelin mengambil keputusan ini berdasarkan hasil tes di Jerez sebelum berangkat ke GP Jerman dan Hongaria. Secara logika, bisa dimaklumi kalau mereka memilih ban cenderung keras mengingat trek yang butuh aero bagus biasanya berdampak langsung dengan penggunaan ban yang kejam. Ban medium-hard dipilih semata untuk mencari daya tahan. Kalau hanya pilihan ini, plus ban medium, yang disediakan Michelin, bisa jadi tak akan ada mobil-2 mereka yang ada di posisi terdepan hasil kualifikasi. Kalau ada, berarti penggunaan bahan bakar masuk pertimbangan.
Bridgestone sudah pe-de dengan ban soft mereka yang bukan hanya cepat, tapi juga durable di trek kering. Dengan kondisi Istanbul yang lumayan kejam terhadap ban, wajar bila mereka menaikkan sedikit pilihan ke arah medium-soft. Tinggal sasis mana yang cocok, plus taktik lomba yang akan dipakai.
Kalau hujan datang tak terduga seperti di Hungaroring? PR tentu ada di Bridgestone yang tak boleh salah mendatangkan ban jenis ini.

TEAM BY TEAM
RENAULT
1 Alonso
2 Fisichella

Tim sekelas Renault pasti bisa bangkit, termasuk dari keharusan memikirkan ulang rancangan mobil tanpa mass damper. Sebenarnya tanda-2 perbaikan sudah diperlihatkan di Hungaroring. Kesalahan besar menggunakan suspensi belakang yang belum teruji sebelumnya langsung mereka jawab dengan menggunakan suspensi lama yang sebenarnya masih oke. Mereka juga beruntung mendapat fakta bahwa ternyata ban Michelin kini lebih bagus di trek basah ketimbang Bridgestone. Pertahanan "ala kadarnya" karena tak ada tes terpaksa mereka lakukan, terutama untuk poin konstruktor yang hanya berselisih 7 dari Ferrari. Fisichella sudah menegaskan dia akan membantu Alonso dan Renault mempertahankan kedua gelar yang diraih pada 2005. Kalau trek kering, Renault tak boleh salah memilih ban yang disediakan Michelin. Mengingat hanya tersedia ban medium dan medium-hard, mereka bisa saja bermain safe di kualifikasi dengan menggunakan taktik masuk pit lebih lama di stint awal, untuk kemudian menyerang di stint 2 dan 3, kalau taktik 2-stop jadi pilihan.

McLAREN
3 Kimi
4 Pedro

Pedro sekali lagi bisa mencuri perhatian, walau Kimi tahun lalu menang di sini. Istanbul 2006 adalah perayaan ke-200 kolaborasi McLaren-Mercedes. Biasanya dalam "milestone" kayak gini, ada aja ganjalan untuk tampil maksimal. Paket McLaren-Mercedes di trek kering jelas membaik, bila melihat hasil Kimi di GP Jerman dan Pedro di Hongaria. Dengan kondisi sedang terjepit sana-sini, kalau kering dari Ferrari dan basah dari Renault, McLaren hanya bisa berharap mencuri perhatian di saat kedua raksasa itu berperang.

FERRARI
5 Schumi
6 Massa

Di atas angin, tapi bisa tiba-tiba kena badai dari arah tak diduga seperti di Hungaroring. Massa sekali lagi bakal jadi kunci, baik untuk Schumi maupun Ferrari. Bila kedua pembalap tampil tanpa cela, bisa jadi untuk kali pertama musim ini mereka memimpin klasemen konstruktor. Dengan segala kekuatan yang di atas kertas lebih unggul, semestinya ini memang dijadikan ladang pengumpulan poin bagi Ferrari sebelum tes kembali boleh digelar sejak Selasa nanti di mana tim-tim lain siap mengejar mereka.

TOYOTA
7 Ralf
8 Trulli

Trulli tak terlalu suka Istanbul dan dia hanya melihat tantangan terbesar ada di Tikungan 8. Sebaliknya, Ralf yang disinyalir memiliki "leher terkuat" siap membuktikan hal itu dalam melibas T8 secara konsisten dalam kecepatan tinggi. Sayap depan untuk kedua mobil dipastikan baru, tentu setelah dites sebulan yang lalu dan baru akan teruji saat lomba di tempat yang pas untuk menguji semua alat aero. Toyota sekali lagi berharap trek kering, karena terbukti mereka akan kompetitif bersama para pemakai Bridgestone lain.

WILLIAMS
9 Webber
10 Rosberg

PR terbesar masih tetap di reliability. Mereka tak butuh hal lain dari Cosworth selain itu.

HONDA
11 Rubens
12 Button

Lupakan Hungaroring! Kalau mau dianggap tim papan atas, satu kemenangan harus segera dilupakan karena mencari kemenangan-2 lain justru jauh lebih dibutuhkan. Honda memang jauh lebih siap, terutama dalam hal reliability. Kemenangan Button memang jadi tonggak, tapi Honda telah menyadari itu tak boleh dirayakan terlalu lama. Kalaupun terkesan lama, karena jarak antara Hungaroring dan Istanbul cukup lama, tiga minggu.

RED BULL
14 DC
15 Klien

Kehadiran Webber musim depan pasti membuat sprint Red Bull di sisa 2006 ini tambah kencang, untuk memantapkan paket 2007 tentu. Saat itulah mobil Adrian Newey terasa untuk pertama kali dan membuat keyakinan yang menurut Webber dapat membawa mereka ke Top 5. Sirkuit model Istanbul adalah kekuatan Newey selama ini. Jadi pijakan pas akan ia buat dalam merancang mobil 2007 akhir pekan ini.

BMW-SAUBER
16 Heidfeld
17 Kubica

Expect more from Kubica. Secara gamblang dia bilang gak takut jadi rekan setim Alonso atau Schumi sekalipun. Di Istanbul, jangan berlomba, ke ibu kota Turki itu aja Kubica belum pernah. Oleh bos BMW, Mario Theissen, timnya ditantang untuk konsisten di sisa musim ini untuk ada di Top 10 kualifikasi. Kubica sudah melakukannya pada debut di Hungaroring, tapi ia masih kalah pengalaman dari Heidfeld saat lomba.

MF1
18 Monteiro
19 Albers

Tak ada perkembangan berarti, kecuali akan ada update paket aero untuk sasis M16. Kedua pembalap menghabiskan liburan musim panas dengan melakukan demonstrasi di Rotterdam bersama sasis itu. Pastinya, demo gak sama dengan tes, jadi sah-sah aja Midland mendapat izin untuk melakukan demo.

TORO ROSSO
20 Liuzzi
21 Speed

Tak ada aktivitas dan berita berarti...

SUPER AGURI
22 Takuma-san
23 Sakon-san

Sasis baru SA06 akan ter-update. Sakon Yamamoto bakal dapat tugas teramat berat karena balapan di Istanbul gak gampang.

from many sources,

Arief Kurniawan
SPORTS NEWS

Liga Media 2008
TV ONE TUNDUKAN KOMPAS

Liga Medco U-15
SUMBAR TERTAHAN

Semifinal Play-Off NBA
CELTICS DAN LAKERS BUKA PELUANG

Final Piala UEFA
ZENIT TUNTASKAN RANGERS

LIGA MEDCO U-15
JABAR LOLOS PERTAMA

PSMS
AYAM KINANTAN MASIH BERKOKOK

Liga Medco U-15
JATENG MEMBURU KALBAR

Piala Medco U-15
JATENG OPTIMISTIS

PSMS
MULAI MENATA DIRI

Persib
JAIRON MERAGUKAN

ARSIP

Round 14 - 27/08/2006 - Turki, Istanbul
PRE-ISTANBUL: HIDUP LAGI

Round 13 - 06/08/2006 - Hungary, Hungaroring
PRE-HUNGARORING: BERJUDI

Round 8 – 11/06/2006 Great Britain, Silverstone
PRE-SILVERSTONE: DEMAM

Round 7 – 28/05/2006 Monaco, Monte Carlo
POST-MONTE CARLO: KEJUJURAN

Round 7 – 28/05/2006 Monaco, Monte Carlo
PRE-MONTE CARLO: IMBANG

Berita Lainnya ...

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC