PRINT EDITION | FORUM | AGENDA | PHOTOFOLIO
BALAP
BASKET
BULUTANGKIS
OLE! INTERNASIONAL
OLE! NASIONAL
TENIS
TINJU
CABANG LAIN
Home  >  ARIEF KURNIAWAN



Round 7 – 28/05/2006 Monaco, Monte Carlo
POST-MONTE CARLO: KEJUJURAN
Senin, 29 Mei 2006 pukul 8:31:22 WIB
   Pada pre-Monte Carlo, saya mengungkap kejujuran Kimi Raikkonen soal kondisi mobilnya. Post-Monte Carlo juga harus diawali dengan soal kejujuran.

Aneh rasanya bila tak mengawali review GP Monako tidak dari kasus yang dilakukan oleh Schumi di kualifikasi. Baru kali ini memang Monte Carlo jauh lebih meributkan hari Sabtu, ketimbang Minggu.

Melihat detik-detik akhir kualifikasi itu memang seperti tak ada yang aneh. Saat itu Schumi sudah P1, diikuti Alonso, etc. etc. Di lap terakhir yang mungkin dilakukannya, Schumi (tak tampak di layar TV) sudah membuat fastest di Intermediate 1. Tapi di Intermediate 2 dia lambat dan belum genap Intermediate 3 berakhir, tepatnya di tikungan Rascasse atau 2 tikungan sebelum finis, terjadilah peristiwa itu…

Menurut pengakuan Schumi, dia terlalu cepat karena bernafsu ingin menambal kehilangan waktu akibat cepat di Intermediate 1 tapi lambat di Intermediate 2. Gara-gara terlalu cepat itu, dia lost control di Rascasse, ban kanan depannya lock, mau mundur gak bisa, membelok dan terus maju yang membuat mesin mobil malah mati. Mobil melintang di tikungan sempit, pastilah yellow flag. Otomatis ini mengacaukan semua pembalap lain, yang masih punya kesempatan untuk memperbaiki waktunya.

Nada protes mengalir deras. Schumi curang, Schumi sengaja menghalangi pembalap lain untuk bikin lap time bagus. Tak perlu disebutkan lagi siapa saja yang bersuara lantang soal ini, karena penggila F1 pasti tahu siapa musuh-musuh Schumi selama ini dan tinggal klick internet, keluarlah deretan panjang daftar itu. Mereka wajar berkomentar kayak gini.

FIA turun tangan, lewat para steward. Data pun diberikan, dari Ferrari dan digabung dengan milik FIA sendiri. Dibuatlah keputusan yang memakan waktu delapan jam untuk mengambil tindakan terhadap Schumi itu. Luar biasa, ini sejarah waktu terlama hanya untuk mengambil keputusan dan lalu menentukan hukuman.

Schumi berkilah dia tak sengaja, Ferrari membela. Wajar. Sesungguhnya, data yang dipakai FIA tidaklah 100% akurat untuk menentukan Schumi bersalah atau tidak. Yang paling akurat menentukan itu adalah hati terdalam milik…Schumi seorang!

Melihat prosesi Intermediate 1, Intermediate 2 sampai sebelum tikungan Rascasse semua berjalan lancar. Tapi, ini bukan judgement kejujuran atau bukan, memang agak aneh melihat gelagat Schumi di Rascasse setelah itu. Tak usah dulu menganalisis dari on-board camera Schumi yang lebih jelas. Dari tayangan ulang normal pun sudah terlihat ada something wrong, di mana Schumi nyaris nabrak tikungan kesohor yang sesungguhnya masuk kategori tikungan pelan itu.

Stewards membuka argumentasi. Mereka bilang, Schumi memang cepat di Int 1, lambat di Int 2, tapi keanehan terjadi karena racing line dan braking effort dia gak wajar yang membuat usahanya untuk me-locked-kan diri terlihat berlebihan. Inilah yang mendasari kenapa FIA akhirnya memilih menghapus semua lap time Schumi di kualifikasi, yang artinya dia harus start dari grid buncit.

Siapa benar, siapa salah? Saya tak mau mencampuri mereka yang Schumi-hater, karena mereka pasti lebih besar emosinya ketimbang kepala dinginnya dalam berkomentar.

Saya tertarik menganalisis cara FIA memberikan judgement. Menurut saya, mereka amat profesional. Waktu yang hampir 8 jam itu memang lama, tapi itu wajar karena pasti dipakai untuk menganalisis kejadian mungkin setiap jengkal 100 meter, atau bahkan 50 meter dari trek Monte Carlo. Dengan analisis yang tajam itu, saya memastikan langkah mereka untuk menghukum Schumi amat tepat. Selain tentunya untuk memperbaiki citra yang selama ini telah “terbangun” bahwa mereka dan Ferrari sudah seperti saudara kandung.

Saya pribadi melihat FIA bukan menghukum Schumi atas kecurangannya, atas kesengajaannya mem-block pembalap lain, apalagi atas desakan para Schumi-hater, tapi adalah berdasarkan keanehan yang dia buat selepas Intermediate 2 hingga tikungan Rascasse. Tidak lain. Jadi, dalam hal ini, FIA saya anggap benar dalam menjalankan tugasnya. Rilis resmi FIA sendiri menyebutkan mereka menganggap Schumi telah sengaja memblok jalan untuk menghindari pembalap lain membuat lap time.

Schumi? Mungkin dia jujur, mungkin. Karena pembalap sekaliber apa pun pasti bisa berbuat salah sekecil dan sesepele apa pun kesalahannya. Maksudnya, dia jujur mengaku berbuat salah dan tak mampu mengorganisir otaknya sedemikian cepat untuk memperbaiki kesalahan itu sehingga tak mengganggu traffic di belakangnya. Tapi, pastinya, tidak semua kejujuran di atas bumi ini selalu terlihat kasat mata. Bahkan kalau sampai kejujuran itu, bila mengacu pada argumennya, terkesan aneh pun dia tetap akan bilang jujur telah berbuat salah tapi tidak berbuat curang. Dan dia sudah mengakui keanehan ini untuk lalu meminta maaf karena akhirnya benar-benar mengganggu akhir sesi kualifikasi yang tadinya dijamin seru.

Kejujuran ada bayarannya, umpatan pun ada ganjarannya. Sampai Minggu sore menjelang race di Global, saya masih menganggap 50-50. Tapi, setelah melihat hasil lomba beberapa pembalap yang mengumpat Schumi, dan hasil lomba Schumi sendiri yang membuatnya jadi man of the race, saya berpendapat sedikit, hanya sedikit, berbeda dari sebelumnya.

Whatever, Schumi’s heart has the 100% answer…

TYRE WAR
Michelin (Renault, McLaren, Honda, Red Bull, BMW, Toro Rosso)
Bridgestone (Ferrari, Toyota, Williams, Midland, Super Aguri)

Trio Michelin di podium, tapi bukan berarti mereka out-class Bridgestone. Barangkali ini momen pas mengenang Edouard Michelin, CEO, yang tewas lagi memancing bareng temannya hari Jumat. Secara umum, penampilan Michelin dan Bridgestone berimbang, sejak free practice, kualifikasi, hingga lomba. Bridgestone sesungguhnya juga tangguh, tapi gagal memperlihatkan ketangguhannya karena Webber, the leader, bermasalah. Fastest lap dari Schumi jadi hiburan Bridgestone yang mempertahankan kegagalannya sejak 2002 di trek ini.

TEAM BY TEAM

RENAULT
1 Alonso
2 Fisichella

Alonso komplet, bukan hanya dia sudah menang di Monte Carlo. Tapi cara dia mengendalikan emosi untuk tidak larut dalam umpat-mengumpat Schumi kepada pers hari Sabtu patut diacungi jempol. Saya punya pendapat, tapi tidak akan saya utarakan di sini, katanya saat itu. Saat lomba pun, mind management-nya luar biasa. Sekilas, pada stint 2 selepas pit stop 1-nya, ada masalah di mobilnya. Tapi ternyata tidak. Dia hanya menjaga bannya agar kelak bisa dipakai sempurna saat dibutuhkan, yakni menjelang pit stop 2-nya. Walau begitu, Alonso gak jauh-jauh dari “luck of the champion”-nya. Ketika prediksi mengatakan dia bakal masuk pit kedua lebih dulu ketimbang Kimi, eh kok ada Safety Car. Mereka pun masuk pit belakangan, yang langsung melambungkan kans menang Alonso lagi.

Fisichella lagi-lagi gak didampingi “luck of the champion”. Hari Sabtu dihukum penghapusan tiga fastest lap kualifikasi gak masalah, karena hanya mundur dari grid 4 ke grid 10 lalu naik ke grid 9 menyusul kasus Schumi. Yang masalah adalah kok bisa-bisanya ada Safety Car di trek yang membuat kehilangan banyak posisi, bahkan kalah dari Schumi yang start dari pitlane. Tapi overtaking dia terhadap DC tergolong luar biasa, berani dan tetap terkontrol karena mobil tak kehilangan kendali.

McLAREN
3 Kimi
4 JPM

Kimi masuk pit stop 2 tujuh lap kemudian dari Alonso. Jelas ini garansi kemenangan. Tanda-tanda itu sudah terlihat ketika di pit stop 1, bahan bakar di mobil Kimi terisi lebih banyak dibanding Alonso. Dengan mobil yang terus menempel, tinggal menunggu eksekusi lomba berjalan normal. Begitu Safety Car masuk, semua berantakan. Lebih kacau lagi ternyata knalpot panas karena mobil terlalu pelan di bawah panduan Safety Car. JPM selamat dapat runner-up, walau lombanya tergolong play safe. Di Monte Carlo play safe kadang-kadang memang dapat kejutan, seperti JPM ini.

FERRARI
5 Schumi
6 Massa

No statement at all. Satu-satunya tim yang tak membuat rilis pasca-lomba memang cuma Ferrari. Kayaknya mereka kesal dengan hukuman berat yang diderita Schumi, walau di lomba performa mereka, terutama Schumi, tergolong luar biasa. Statement Schumi pasca-lomba malah menegaskan dia tidak sengaja berbuat pelanggaran di hari Sabtu. Massa no pace seperti biasa, bahkan dia mengawali hari Sabtu lebih buruk karena make error di awal sesi kualifikasi. Ross Brawn ngasih statement, tapi atas nama Bridgestone.

TOYOTA
7 Ralf
8 Trulli

Trulli sial lagi, kian menegaskan Ralf memang spesalis hari Minggu. Toyota menunjukkan performa membaik dengan sasis baru, TF106B. Tapi Monte Carlo sesungguhnya bukan trek tepat untuk mengukur mobil bagus atau tidak. Tunggu sampai Silverstone, baru kelihatan seberapa hebat TF106B.



WILLIAMS
9 Webber
10 Rosberg

Webber punya kans menang, tergantung berapa jumlah lap yang harus dia lalui kalau lomba normal dan Alonso selesai melakukan pit stop 2-nya. Sayang itu cuma teori, karena knalpot panas menghancurkan ambisinya. Rosberg mengalami masalah knalpot sama, yang membuat mobilnya tak terkontrol dan menabrakkan diri ke tikungan terakhir.

HONDA
11 Rubens
12 Button

Good job Rubens. Jangan dikira dia pakai helm baru. Dia cuma tukeran helm sama Tony Kanaan, fellow Brazilian. Tony belum pernah balapan di Monte Carlo, jadi ketika ditanya Rubens mau dipake di mana, ya di trek itu lah. Kebetulan, helm Rubens juga sedang dipakai di Indianapolis 500 di hari yang sama. Finis keempat jadi hadiah buat Kanaan. Di Indy 500, Kanaan finis kelima. Rubens bahkan bisa finis di podium kalau gak dihukum drive through akibat melanggar batas kecepatan di pit sebelumnya. Button mengaku salah pilih ban sehingga dia amat lambat. Bahkan saking lambatnya baru beberapa lap, mobilnya sudah ditempel Schumi dan setelah itu dengan mudah tersusul.

RED BULL
14 DC
15 Klien

Benar-benar Superman. DC terbang sampai ke podium, kali pertama buat Red Bull. Sang bos, Christian Horner, juga terbang ke kolam renang di kapal pesiar Red Bull. Itu adalah kaul kalau timnya dapat podium. DC tampil solid, bahkan mengubah taktik dari 2-stop menjadi 1-stop. Kalau tidak melakukan ini mungkin dia terlempar dari 4 Besar. Klien tak bisa ikut-ikutan terbang. Kalau Red Bull jadi etalase promosi film Superman Returns, maka DC sang Superman dan Klien yang Returns, maksudnya return to the pit karena mobilnya gak bisa diapa-apain lagi.

BMW-SAUBER
16 Heidfeld
17 Villeneuve

Heidfeld buruk di hari Sabtu, tapi dapat baik di Minggu. Start dari 15, make no mistake, ia finis di urutan 7. Villeneuve tak beranjak, start 14 finis 14. Ia terkena drive-thru akibat menyusul pembalap lain saat Safety Car di trek.

MF1
18 Monteiro
19 Albers

Kejadian tak perlu, Albers nabrak Monteiro saat start. Monteiro mesti masuk pit ganti sayap depan, Albers kena penalty. Mereka finis ke-12 dan 15, paling tidak itu hiburannya.

TORO ROSSO
20 Liuzzi
21 Speed

Start ditemani Ferrari, tapi finis seperti biasa. Speed kehabisan energi, terutama tersedot di kaki yang dipaksa kerja keras karena remnya bermasalah. Liuzzi sebenarnya lebih strong, karena toh dia finis di urutan lebih baik, 10 banding 13, tapi dia terus saja frustrasi karena gagal dapat poin yang mestinya bisa diraih akibat banyak retirement.

SUPER AGURI
22 Takuma-san
23 Montagny

Montagny finis untuk kali pertama, bahkan mobilnya sempat disundul oleh Monteiro. Ajaib, dua-duanya jalan terus. Electrical problem menghampiri Sato yang tak bisa berbuat banyak setelah itu.

from many sources,
arief k.

Arief Kurniawan
SPORTS NEWS

Liga Media 2008
TV ONE TUNDUKAN KOMPAS

Liga Medco U-15
SUMBAR TERTAHAN

Semifinal Play-Off NBA
CELTICS DAN LAKERS BUKA PELUANG

Final Piala UEFA
ZENIT TUNTASKAN RANGERS

LIGA MEDCO U-15
JABAR LOLOS PERTAMA

PSMS
AYAM KINANTAN MASIH BERKOKOK

Liga Medco U-15
JATENG MEMBURU KALBAR

Piala Medco U-15
JATENG OPTIMISTIS

PSMS
MULAI MENATA DIRI

Persib
JAIRON MERAGUKAN

ARSIP

Round 14 - 27/08/2006 - Turki, Istanbul
PRE-ISTANBUL: HIDUP LAGI

Round 13 - 06/08/2006 - Hungary, Hungaroring
PRE-HUNGARORING: BERJUDI

Round 8 – 11/06/2006 Great Britain, Silverstone
PRE-SILVERSTONE: DEMAM

Round 7 – 28/05/2006 Monaco, Monte Carlo
POST-MONTE CARLO: KEJUJURAN

Round 7 – 28/05/2006 Monaco, Monte Carlo
PRE-MONTE CARLO: IMBANG

Berita Lainnya ...

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC